-
Iran berencana mewajibkan penggunaan Yuan China untuk kapal tanker yang melewati Selat Hormuz.
-
Harga minyak dunia melonjak drastis hingga US$100 per barel akibat ketegangan di Timur Tengah.
-
Stok rudal pencegat Israel dilaporkan menipis kritis di tengah gempuran misil klaster Iran.
Suara.com - Situasi keamanan di jalur perairan paling strategis dunia kini memasuki babak baru yang penuh dengan ketidakpastian ekonomi. Pemerintah Iran dikabarkan tengah menimbang kebijakan khusus terkait lalu lintas kapal tanker di kawasan Selat Hormuz.
Terdapat indikasi kuat bahwa Iran hanya akan memberikan izin melintas bagi kapal pengangkut minyak dengan syarat tertentu.
Syarat utama yang mencuat adalah keharusan menggunakan mata uang China, Yuan dalam setiap transaksi komoditas tersebut.
Kabar mengenai kebijakan restriktif ini pertama kali diembuskan oleh seorang pejabat Iran yang identitasnya dirahasiakan.
Hingga saat ini, pihak media internasional masih terus berupaya melakukan verifikasi mendalam atas informasi sensitif ini.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari skema besar Teheran dalam mengendalikan arus logistik energi di tengah konflik.
Sebagaimana diketahui, mayoritas transaksi minyak mentah di pasar global secara tradisional masih sangat bergantung pada dolar AS.
Namun, sanksi ekonomi telah mendorong negara seperti Rusia untuk mulai beralih menggunakan mata uang Rubel maupun Yuan.
Penutupan akses Selat Hormuz oleh militer Iran menjadi faktor utama yang memicu guncangan hebat pada harga energi dunia.
Baca Juga: Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump
Ketegangan di wilayah Teluk secara otomatis membuat grafik harga minyak mentah dunia bergerak sangat fluktuatif dan sulit diprediksi.
Pada awal pekan lalu, harga minyak jenis Brent sempat meroket hingga menembus angka 119,50 dolar AS untuk setiap barelnya.
Nilai tersebut tercatat sebagai rekor tertinggi yang pernah dicapai sejak periode pertengahan tahun 2022 yang lalu.
Harga sempat mengalami koreksi sesaat setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan mengenai potensi berakhirnya konflik bersenjata tersebut.
Akan tetapi, pagi ini kontrak minyak Brent kembali melambung sebesar 9,28 persen hingga menyentuh level 100,52 dolar AS per barel.
Kenaikan harga ini dipicu oleh intensitas serangan Iran terhadap berbagai fasilitas energi dan jalur transportasi di Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga
-
Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'
-
KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan
-
Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi
-
Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak
-
Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia
-
10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal
-
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK