- Rasimin, sopir bus asal Banyumas, harus bekerja maraton saat Lebaran demi mengantar pemudik, menunda kepulangannya pasca arus balik.
- Pengabdiannya selama satu dekade lebih mengutamakan keselamatan penumpang dibandingkan kecepatan, didukung kerjasama dengan sopir cadangan.
- Untuk menjaga stamina, Rasimin mengandalkan buah mengkudu alami dan rutin mengikuti pemeriksaan kesehatan seperti tes urin dari BNN.
"Yang penting keselamatan penumpang nomor satu," tandasnya.
Dalam menjalankan tugasnya, ia tidak sendirian. Rasimin didampingi oleh sopir cadangan. Kerja sama tim di dalam bus sangat krusial, terutama saat rasa kantuk mulai menyerang di tengah malam.
"Kalau saya semampu saya. Udah ngantuk baru saya bangunin (sopir) satunya, yang penting keselamatan penumpang," tegasnya.
Rahasia Stamina dan Obat Herbal
Selain konsentrasi penuh, menjaga kondisi fisik tetap prima di usia yang tak lagi muda tentu menjadi tantangan tersendiri. Apalagi dengan jadwal keberangkatan dan cuaca yang kadang tak menentu.
Menariknya, Rasimin tidak mengandalkan suplemen kimia atau jamu kemasan. Ia memiliki ramuan rahasia sendiri yang berasal dari alam untuk menjaga staminanya tetap stabil selama perjalanan jauh.
Alih-alih mengonsumsi obat-obatan toko, ia lebih memilih buah mengkudu atau pace yang sudah matang sebagai "senjata" utamanya. Kebiasaan ini telah ia lakukan sejak lama guna memastikan tubuhnya tetap bugar saat harus menempuh ratusan kilometer.
"Paling minum/makan kayak pace, mengkudu, itu obat saya itu. Alami itu lho. Jamu-jamu nggak pernah. Mengkudu yang matang itu, udah itu," tuturnya.
Tak hanya itu, sebagai sopir yang bertanggung jawab atas puluhan nyawa, Rasimin sangat mendukung adanya pemeriksaan kesehatan ketat dari pihak berwenang.
Baca Juga: Puluhan Ribu Kendaraan Padati Jalur Nagreg Jelang Mudik Lebaran
Saat ditemui di Terminal Jombor ini pun, Rasimin tengah mengikuti tes urin yang diselenggarakan oleh BNN Sleman.
Baginya, tes urin rutin bukan sekadar prosedur formalitas, melainkan jaminan keamanan bagi dirinya dan seluruh penumpang. Ia merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan ini.
Kesadaran akan pentingnya bebas dari pengaruh narkotika menjadi prinsip utama Rasimin dalam bekerja. Setiap kali ada agenda pengecekan urin, baik di momen Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru), ia selalu hadir.
"Ya saya semangat untuk ikut ini (tes urin), mumpung gratis istilahnya. Setiap tahun pasti ikut. Kadang-kadang ada Nataru juga pasti ada cek urin di sini. Saya selalu ikut," tandasnya.
Silaturahmi Melalui Sambungan Telepon
Keluarga Rasimin di Banyumas pun sudah memahami risiko pekerjaan sang ayah. Tidak ada protes atau tuntutan berlebih dari anak maupun istrinya.
Jika rasa rindu melanda di tengah perjalanan, teknologi yang kian canggih menjadi jembatan penghubung yang paling praktis baginya untuk sekadar menyapa dan bertukar kabar.
"Sudah biasa istri saya, anak-anak saya sudah biasa. Paling ya itu cuma kirim (WA) kalau lagi sempet ya nelpon, silaturahmi di telepon, udah itu doang," ungkapnya.
Ia berharap di musim mudik tahun ini, pundi-pundi rezeki bisa bertambah lebih dari periode sebelumnya untuk dibawa pulang nanti.
"Amin, mudah-mudahan ada (rezeki lebih)," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti