News / Nasional
Senin, 16 Maret 2026 | 15:46 WIB
Rasimin sopir bus Sinar Jaya. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Rasimin, sopir bus asal Banyumas, harus bekerja maraton saat Lebaran demi mengantar pemudik, menunda kepulangannya pasca arus balik.
  • Pengabdiannya selama satu dekade lebih mengutamakan keselamatan penumpang dibandingkan kecepatan, didukung kerjasama dengan sopir cadangan.
  • Untuk menjaga stamina, Rasimin mengandalkan buah mengkudu alami dan rutin mengikuti pemeriksaan kesehatan seperti tes urin dari BNN.

"Yang penting keselamatan penumpang nomor satu," tandasnya.

Dalam menjalankan tugasnya, ia tidak sendirian. Rasimin didampingi oleh sopir cadangan. Kerja sama tim di dalam bus sangat krusial, terutama saat rasa kantuk mulai menyerang di tengah malam.

Sopir bus, Rasimin saat ditemui di Terminal Jombor, Sleman, DIY, Senin (16/3/2026). (Suara.com/ Hiskia)

"Kalau saya semampu saya. Udah ngantuk baru saya bangunin (sopir) satunya, yang penting keselamatan penumpang," tegasnya.

Rahasia Stamina dan Obat Herbal

Selain konsentrasi penuh, menjaga kondisi fisik tetap prima di usia yang tak lagi muda tentu menjadi tantangan tersendiri. Apalagi dengan jadwal keberangkatan dan cuaca yang kadang tak menentu.

Menariknya, Rasimin tidak mengandalkan suplemen kimia atau jamu kemasan. Ia memiliki ramuan rahasia sendiri yang berasal dari alam untuk menjaga staminanya tetap stabil selama perjalanan jauh.

Alih-alih mengonsumsi obat-obatan toko, ia lebih memilih buah mengkudu atau pace yang sudah matang sebagai "senjata" utamanya. Kebiasaan ini telah ia lakukan sejak lama guna memastikan tubuhnya tetap bugar saat harus menempuh ratusan kilometer.

"Paling minum/makan kayak pace, mengkudu, itu obat saya itu. Alami itu lho. Jamu-jamu nggak pernah. Mengkudu yang matang itu, udah itu," tuturnya.

Tak hanya itu, sebagai sopir yang bertanggung jawab atas puluhan nyawa, Rasimin sangat mendukung adanya pemeriksaan kesehatan ketat dari pihak berwenang.

Baca Juga: Puluhan Ribu Kendaraan Padati Jalur Nagreg Jelang Mudik Lebaran

Saat ditemui di Terminal Jombor ini pun, Rasimin tengah mengikuti tes urin yang diselenggarakan oleh BNN Sleman.

Baginya, tes urin rutin bukan sekadar prosedur formalitas, melainkan jaminan keamanan bagi dirinya dan seluruh penumpang. Ia merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan ini.

Kesadaran akan pentingnya bebas dari pengaruh narkotika menjadi prinsip utama Rasimin dalam bekerja. Setiap kali ada agenda pengecekan urin, baik di momen Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru), ia selalu hadir.

"Ya saya semangat untuk ikut ini (tes urin), mumpung gratis istilahnya. Setiap tahun pasti ikut. Kadang-kadang ada Nataru juga pasti ada cek urin di sini. Saya selalu ikut," tandasnya.

Silaturahmi Melalui Sambungan Telepon

Keluarga Rasimin di Banyumas pun sudah memahami risiko pekerjaan sang ayah. Tidak ada protes atau tuntutan berlebih dari anak maupun istrinya.

Load More