News / Internasional
Senin, 16 Maret 2026 | 17:24 WIB
Deicy Alejandra Omaña Ortiz atau lebih dikenal sebagai Amaranta Hank, mantan pemain film dewasa yang menang Pemilu 2026 di Kolombia.
Baca 10 detik
  • Deicy Alejandra Omaña Ortiz (Amaranta Hank) terpilih sebagai senator baru Kolombia dalam pemilihan legislatif 8 Maret 2026.
  • Kemenangan ini memicu perdebatan publik karena masa lalu Amaranta Hank sebagai aktris film dewasa.
  • Agenda legislatifnya fokus pada hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan representasi bagi kelompok yang terpinggirkan.

Belakangan ini, sang senator terpilih menjadi trending topic setelah pernyataan-pernyataannya yang berani dalam membela masa lalunya.

Ia menegaskan bahwa pengalaman masa mudanya adalah bagian dari proses pendewasaan yang tidak perlu ditutupi.

Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian publik, ia menegaskan bahwa masa lalunya bukanlah penghalang untuk berbakti pada negara.

"Saya tidak merasakan malu atas pengalaman yang saya alami di masa muda, karena semua itu membentuk siapa saya hari ini," kata Amaranta Hank.

Selain itu, video dan testimoni lama mengenai latar belakang kehidupannya kembali mencuat.

Ia tumbuh besar di lingkungan yang sangat keras, yang ditandai oleh kekerasan dan konflik bersenjata di wilayah perbatasan Kolombia-Venezuela.

Bagi para pendukungnya, kisah hidup Hank dianggap mencerminkan ketimpangan sosial nyata yang ingin ia lawan melalui jalur legislatif.

Sebaliknya, bagi para kritikus, latar belakang ini terus digunakan untuk mempertanyakan kredibilitas citra publiknya di lembaga tinggi negara.

Agenda Legislatif: Membela Kaum Marjinal

Baca Juga: Giliran Pelatih dari Kolombia Disebut Calon Pelatih Timnas Indonesia, Punya Mazhab Seperti STY

Amaranta Hank telah menyatakan dengan tegas, agenda legislatifnya akan berfokus pada pertahanan hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan memberikan suara bagi kelompok-kelompok yang secara historis terpinggirkan.

Narasi politiknya secara khusus menyasar isu-isu sensitif seperti regulasi kerja seks, inklusi sosial, dan perjuangan melawan kekerasan struktural yang masih menghantui Kolombia.

"Pengalaman pahit saya, memberikan perspektif lebih jujur tentang kebutuhan rakyat kecil," tegasnya.

Ia berkomitmen menggunakan kursinya di senat sebagai alat emansipasi bagi mereka yang selama ini tidak memiliki representasi di pemerintahan.

Meskipun demikian, kehadirannya di Kongres telah memicu diskusi luas mengenai batasan antara kehidupan pribadi dan pelayanan publik.

Banyak pihak di kota-kota besar Kolombia, mulai dari Bogota hingga Medellin, yang mempertanyakan apakah latar belakangnya akan memengaruhi objektivitasnya dalam merumuskan undang-undang.

Load More