News / Internasional
Senin, 16 Maret 2026 | 21:31 WIB
Militer Iran mengklaim berhasil menghancurkan gudang penyimpanan amunisi milik militer Amerika Serikat di pangkalan udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab, pada Senin (16/3/2026) waktu setempat. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Militer Iran (IRGC) mengklaim menyerang gudang amunisi AS di Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab, Senin (16/3/2026).
  • Serangan balasan ini bagian dari Operasi True Promise 4 yang diduga menyebabkan evakuasi fasilitas militer AS.
  • Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sistem pertahanan mencegat lebih dari 90 persen total serangan rudal dan drone Iran.

Suara.com - Militer Iran mengklaim berhasil menghancurkan gudang penyimpanan amunisi milik militer Amerika Serikat di pangkalan udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab, pada Senin (16/3/2026) waktu setempat.

Serangan tersebut disebut dilakukan oleh pasukan angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai agian dari operasi balasan terhadap AS dan Israel.

Dalam pernyataan resminya yang ke-41 terkait Operasi True Promise 4, IRGC menyebut serangan itu sebagai operasi akurat dan menghancurkan.

Target utama adalah depot amunisi pusat di pangkalan udara Al Dhafra Air Base yang digunakan oleh militer Amerika.

Ledakan besar dilaporkan mengguncang area pangkalan setelah serangan tersebut.

Menurut klaim IRGC seperti dilansir dari Tasnimnews, insiden itu memaksa pihak militer AS mengeluarkan perintah evakuasi di fasilitas tersebut.

Serangan drone yang diduga diluncurkan oleh Iran menghantam tangki bahan bakar di Dubai International Airport, Dubai, pada Senin pagi, 16 Maret 2026 waktu setempat. [NY Post]

IRGC juga menyebut pesawat tempur Amerika yang berada di pangkalan Al Dhafra harus segera dipindahkan ke pangkalan lain di wilayah pedalaman.

Langkah itu diambil untuk menghindari kerusakan lebih lanjut akibat serangan lanjutan.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak konflik militer antara Iran dengan AS dan Israel meletus pada akhir Februari.

Baca Juga: Laporan Intelijen AS Sebar Fitnah Tentang Mojtaba Khamenei, Reaksi Donald Trump Jadi Sorotan

Serangan udara besar dilaporkan terjadi setelah tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer dan warga sipil.

Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone.

Targetnya meliputi posisi militer Amerika dan Israel di berbagai wilayah, termasuk pangkalan regional di Timur Tengah.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan UEA menyebut sistem pertahanan udara berhasil mencegat lebih dari 90 persen serangan rudal dan drone Iran.

Hingga hari ke-13 perang, tercatat 268 rudal balistik, 15 rudal jelajah, dan 1.514 drone berhasil dihancurkan sebelum mencapai target.

Meski banyak serangan berhasil dicegat, dampaknya tetap terasa di berbagai kota besar seperti Dubai dan Abu Dhabi. Warga kerap mendengar ledakan intersepsi di udara, sementara peringatan serangan muncul di ponsel hampir setiap hari.

Load More