- Pramono Anung pastikan tidak ada Operasi Yustisi bagi pendatang baru Jakarta.
- Jakarta terbuka untuk pendatang baru dengan kualifikasi dan keahlian mumpuni.
- Gubernur DKI imbau perantau siap kerja keras hadapi tantangan hidup Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan pernyataan resmi mengenai fenomena pendatang baru yang masuk ke ibu kota.
Dalam agenda di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026), Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk meniadakan Operasi Yustisi.
“Kami sudah memutuskan, tidak akan ada lagi Operasi Yustisi,” ujar Pramono.
Keputusan tersebut menandai arah kebijakan baru dalam menyambut arus masuk warga dari berbagai daerah.
Pramono menekankan bahwa Jakarta adalah kota inklusif yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mengadu nasib atau sekadar kembali menetap.
Kendati demikian, Pramono memberikan catatan khusus bagi para perantau yang berniat menetap di Jakarta.
Ia berharap pendatang baru telah membekali diri dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah maupun dunia usaha di Jakarta.
“Harapannya, mereka yang datang ke Jakarta memiliki kompetensi yang dibutuhkan saat ini, baik oleh pemerintah maupun sektor industri di ibu kota,” tambahnya.
Pramono juga memaparkan realitas kerasnya kehidupan di Jakarta yang tidak selalu sejalan dengan ekspektasi banyak orang.
Baca Juga: Lepas 744 Bus di Monas, Pramono Anung Sebut Peserta Mudik Gratis Naik 34 Persen
Menurutnya, setiap individu wajib memiliki keahlian mumpuni agar mampu bertahan dan bersaing di tengah dinamika ekonomi yang kompetitif.
“Pendatang baru harus siap bekerja keras,” tegasnya.
Meski memberikan peringatan mengenai tantangan hidup di Jakarta, Pramono kembali menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan mengambil tindakan represif di sektor kependudukan pada masa arus balik nanti.
Jakarta kini lebih mengedepankan kesadaran diri para pendatang untuk mandiri dan memiliki keahlian khusus, ketimbang melakukan razia identitas secara masif.
“Jakarta terbuka bagi siapa saja,” pungkas Pramono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026