- Pencurian fasilitas keselamatan seperti lampu penerangan proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2 di Sleman semakin sering terjadi.
- Fasilitas lampu vital yang hilang merupakan pengganti PJU eksisting, mengancam keselamatan pengguna jalan saat malam hari.
- Pelaku memotong kabel bertegangan listrik, menyebabkan kerugian materiil puluhan juta rupiah bagi pihak pengembang proyek.
Suara.com - Aksi pencurian fasilitas keselamatan di area proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2 di kawasan Ring Road Kronggahan, Sleman, DIY kian masif. Tak hanya merugikan, aksi ini turut mengancam keamanan pengguna jalan selama masa libur Lebaran.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengungkapkan fasilitas yang kerap dicuri itu yakni sejumlah lampu penerangan.
"Itu lampu kami itu sudah beberapa kali sering hilang. Mayoritas di Ring Road. Ada dua kali di dalam (area proyek) tapi yang sering terhilang di Ring Road. Dari delapan kali itu mungkin enam kalilah di Ring Road hilang lampu-lampu ini," ujar Agung saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).
Ia bilang hilangnya lampu-lampu tersebut sangat krusial. Pasalnya sejumlah lampu penerangan yang dipasang itu berfungsi untuk menjamin keamanan pengendara.
Pemasangan lampu-lampu tersebut, kata Agung, merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) untuk menjamin keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan proyek dihentikan sementara (close) untuk menunjang kelancaran arus mudik.
Mengingat pula Penerangan Jalan Umum (PJU) eksisting yang berada di tengah Ring Road telah dicabut untuk kepentingan proyek. Sehingga lampu pengganti dari pihak pengembang menjadi satu-satunya sumber cahaya di area tersebut.
"Lampu itu sangat vital bagi safety keamanan pengendara di malam hari," imbuhnya.
Tak hanya menggondol lampu-lampu itu tanpa izin, modus yang dilakukan para oknum tersebut tergolong nekat dan membahayakan. Para pelaku memotong kabel secara langsung saat aliran listrik masih mengalir.
Selain mengakibatkan padamnya lampu, tindakan ini sangat berisiko menyebabkan sengatan listrik bagi pelaku maupun orang di sekitarnya.
Baca Juga: Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
"Kadang langsung diputus gitu saja kabelnya. Jadi kan itu masih ada aliran listriknya, itu kan sangat membahayakan," tuturnya.
Pihak pengelola proyek memperkirakan total kerugian materiil akibat hilangnya lampu dan kabel-kabel tersebut mencapai angka puluhan juta rupiah.
"Nilai (kerugian) ya sekitar Rp50 juta. Sementara belum (laporan ke polisi). Kita fokus pengamanan arus mudik dulu," imbuhnya.
Agung mengakui bahwa pengawasan di lapangan memiliki tantangan tersendiri mengingat luasnya area proyek. Meski terdapat petugas jaga malam yang melakukan piket setiap hari, para pencuri kerap memanfaatkan kelengahan petugas di titik-titik yang panjang.
"Ya kan kita juga ada jaga malam, petugas jaga malam tapi kan terbatas, areanya panjang, petugasnya kan dibagi-bagi. Jadi kan ya namanya pencuri pasti istilahnya mencari lengahnya penjaga toh," tandasnya.
Dalam kesempatan ini, pihaknya meminta kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan pihak keamanan di wilayah Sleman maupun DIY untuk ikut memberikan atensi terhadap keamanan fasilitas publik tersebut demi keselamatan bersama di jalan raya.
Berita Terkait
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Korsleting Listrik Picu Ledakan Kembang Api di Rumah Warga Sleman, 2 Sepeda Motor Hangus
-
Manajer PSS Sleman Ungkap Kondisi Pemain Jelang Lawan Persipura Jayapura
-
Vonis Kasus Tristan: 7 Pemuda Sleman Dihukum 8-10 Tahun, Cegah Klitih atau Murni Penganiayaan?
-
Persipura Jayapura Kembali Catatkan Rekor Penonton Terbanyak
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak