- Rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dimulai Selasa (17/3/2026) pukul 15.00 WIB di Tol Cipali KM 70–263.
- Sistem one way ini diterapkan untuk memecah kepadatan arus mudik menuju Jawa Tengah secara efisien.
- Lalu lintas dilaporkan kondusif dan lancar menuju arah timur setelah jalur menuju Jakarta ditutup total.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, rekayasa lalu lintas one way sepenggal ini mulai diberlakukan tepat pada Selasa sore pukul 15.00 WIB.
Keputusan untuk memulai rekayasa ini didasarkan pada data peningkatan volume kendaraan yang masuk ke ruas tol secara signifikan sejak pagi hari.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Jakarta memberikan penjelasan mendalam mengenai latar belakang pengambilan keputusan ini.
Dia menegaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas di jalan tol KM 70 sampai dengan KM 263 ini telah melalui pertimbangan teknis yang matang bersama berbagai pihak terkait demi kenyamanan pengguna jalan.
“Kondisi arus lalu lintas, khususnya di jalan tol menuju Trans Jawa, ada peningkatan yang cukup lumayan. Oleh sebab itu, hasil analisis dan koordinasi dengan stakeholder, Pak Menteri dan Dirut Jasa Marga, kami akan melakukan sosialisasi one way sepenggal tahap pertama di wilayah one way nasional, yaitu dari KM 70 sampai KM 263,” katanya sebagaimana dilansir Antara.
Langkah sosialisasi dan eksekusi one way sepenggal tahap pertama ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam menghadapi lonjakan pemudik yang diprediksi terus meningkat hingga malam hari.
Petugas di lapangan terus bersiaga di setiap persimpangan dan akses masuk tol untuk memberikan arahan kepada pengemudi agar tetap berada di jalur yang benar.
Keberhasilan fase pertama one way nasional ini akan menjadi parameter penting bagi pengaturan lalu lintas pada hari-hari berikutnya selama masa mudik Lebaran 2026.
Para pemudik diimbau untuk tetap menjaga jarak aman dan mematuhi batas kecepatan meskipun jalur dalam kondisi lancar.
Baca Juga: H-4 Lebaran, Puluhan Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Pasar Senen
Kesiapan fisik pengemudi dan kondisi kendaraan juga menjadi faktor utama dalam menjamin keselamatan selama perjalanan jauh melintasi jalur Trans Jawa yang kini sudah terbuka penuh ke arah timur.
Dengan seluruh lajur yang kini mengarah ke Jawa Tengah, efisiensi waktu tempuh diharapkan dapat meningkat secara signifikan bagi jutaan warga yang sedang melakukan perjalanan mudik.
Berita Terkait
-
H-4 Lebaran, Puluhan Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Pasar Senen
-
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Jogja-Solo Diprediksi 18 Maret
-
Kisah 'Militan' 10 Rekan Sekantor Kompak 'War' Tiket Demi Mudik Berjamaah ke Semarang
-
4 Juta Warga DKI Tak Mudik, Kemenpar Dorong Tren Mudik ke Jakarta Saat Libur Lebaran
-
Lebih dari 116 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis BUMN 2026, Realisasi Lampaui Target 10 Persen
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
1.350 RTLH di Jakarta Barat Antre Program Bedah Rumah
-
Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta
-
Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara
-
Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
-
Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS
-
Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape
-
Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP
-
Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut
-
Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak