- Wagub Rano Karno menyatakan kegiatan budaya masif berhasil menyelamatkan DBH Pemprov DKI Jakarta hingga Rp15 triliun.
- Perayaan hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru menghasilkan pendapatan signifikan bagi perekonomian Jakarta.
- Rano mengantisipasi Ramadan dan Idul Fitri dapat menyumbang pergerakan ekonomi hampir Rp22 triliun bagi kas daerah.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memaparkan keberhasilan Pemprov dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui serangkaian kegiatan budaya yang masif.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh pria yang akrab disapa Si Doel ini saat di sela kegiatan buka bersama di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Rano mengeklaim bahwa berbagai agenda kebudayaan sukses menyelamatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Pemprov DKI Jakarta hingga belasan triliun rupiah.
"Kami menyelamatkan yang hilang Rp15 triliun. Nggak mudah menjaga ekonomi Jakarta ini," ujarnya.
Ia merinci sejumlah capaian fantastis dari perayaan hari besar keagamaan yang menjadi motor penggerak roda ekonomi di ibu kota selama beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, perayaan Natal hingga pergantian tahun baru menjadi penyumbang pendapatan terbesar yang masuk ke Jakarta.
"Kegiatan Natal sampai tahun baru menghasilkan Rp15,9 triliun. Imlek kemarin cuma empat hari, Rp9 triliun. Nyepi kemarin, cuma dua hari, Rp3 triliun," tutur Rano.
Angka-angka tersebut menunjukkan betapa krusialnya peran mobilitas masyarakat dalam menjaga denyut nadi perekonomian Jakarta di tengah situasi global yang tidak menentu.
Melihat tren positif yang baru saja dilalui, Rano optimistis bahwa momentum Ramadan dan Idul Fitri mendatang akan membawa angin segar yang jauh lebih besar bagi kas daerah.
Baca Juga: KemBALIkeSENI: Cara Victoria Kosasie membalas Bali Lewat Karya dan Ruang
"Yakin deh, dari mulai Ramadan sampai Idul Fitri, ekonomi Jakarta akan bergerak hampir Rp22 triliun. Inilah bagian yang kami desain secara keamanan tersampaikan, secara kesejahteraan masyarakat sampai," kata dia.
Kendati demikian, orang nomor dua di Jakarta itu tidak menampik adanya kekhawatiran terkait kondisi geopolitik internasional yang bisa berdampak pada harga komoditas dalam negeri.
Ia menyoroti fluktuasi harga minyak mentah dunia dan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok yang menjadi tantangan berat bagi manajemen pemerintahan saat ini.
"Kalau memang keadaan perang masih terjadi, kepala kami di sini juga nyut-nyutan. Kalau bensin naik seratus dolar lebih, kemudian harga kebutuhan pokok naik, nggak gampang," pungkas Rano.
Pemprov DKI Jakarta pun menyatakan bakal terus berupaya melakukan mitigasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga, meskipun ancaman tekanan ekonomi global menanti di depan mata.
Berita Terkait
-
KemBALIkeSENI: Cara Victoria Kosasie membalas Bali Lewat Karya dan Ruang
-
Tumbilotohe Kembali Digelar, Gorontalo Bermandikan Cahaya di Malam 27 Ramadan
-
Potret Upacara Melasti dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Ketika Makanan Menjadi Kenangan dalam Novel Crying in H Mart
-
J.Y. Park Mundur dari Posisi Direktur JYP, Gabung Komite Pertukaran Budaya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan