- Ali Larijani, tokoh berpengaruh Iran, tewas dalam serangan Israel pasca konflik besar pecah di kawasan.
- Ia berperan penting mengendalikan strategi keamanan nasional Iran, serta memiliki latar belakang akademisi dan pejabat keamanan.
- Larijani pernah menjabat Ketua Parlemen dan negosiator utama JCPOA, serta memiliki keluarga elite berpengaruh di Iran.
Dalam karier politiknya, Larijani pernah menjabat ketua parlemen selama tiga periode dan menjadi negosiator utama program nuklir Iran.
Larijani juga berperan dalam kesepakatan nuklir 2015 dengan negara-negara Barat yang dikenal sebagai JCPOA.
Meski lama dianggap pragmatis, sikap Larijani berubah keras setelah perang pecah.
Ia menolak negosiasi dengan Washington dan memperingatkan bahwa Iran siap menyerang pangkalan militer Amerika di kawasan.
“Kami tidak ingin menyerang negara kawasan, tetapi kami akan menargetkan semua basis yang dipakai Amerika,” tegasnya.
Kehidupan Pribadi Ali Larijani
Larijani menikah pada usia 20 tahun dengan Farideh Motahari, putri ulama terkenal Iran, Morteza Motahari.
Dari pernikahan tersebut, ia memiliki empat orang anak.
Salah satu anaknya, Fatemeh Larijani, sempat menjadi perhatian publik setelah diketahui menjalani karier medis di Amerika Serikat.
Baca Juga: Dubes Iran Buka Donasi untuk Korban Perang, Apresiasi Dukungan Indonesia
Menurut laporan media AS, Fatemeh pernah mengikuti program residensi kedokteran di Cleveland sebelum melanjutkan karier sebagai dokter spesialis kanker.
Fatemeh kemudian bekerja di Winship Cancer Institute dan menjadi asisten profesor hematologi dan onkologi di Emory University di Atlanta, Georgia. Ia dikenal meneliti kanker paru-paru dan aktif di bidang akademik kedokteran.
Pada Januari 2026, sekelompok warga keturunan Iran di AS menggelar aksi protes diam di kampus Emory.
Mereka menuntut agar Fatemeh tidak lagi bekerja di universitas tersebut.
Anggota Kongres AS dari Georgia, Earl Carter, juga ikut bersuara. Ia meminta pihak universitas memecat Fatemeh dan mencabut izin praktik medisnya.
Profil Lengkap Ali Larijani
Berita Terkait
-
Dubes Iran Buka Donasi untuk Korban Perang, Apresiasi Dukungan Indonesia
-
Wasiat Politik Ali Larijani untuk Negara-negara Arab: Islam Macam Apa Kalian Ini...
-
Suara Lantunan Al-Qur'an Menggema di Gaza Lawan Dentuman Drone dan Rudal Israel
-
FIFA Tolak Permintaan Iran Pindah Venue Piala Dunia 2026 dari AS ke Meksiko
-
Siapa Joe Kent? Veteran Ranger dan Agen CIA yang Berani Lawan Kebijakan Trump di Perang Iran
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Apa Bedanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa? Heboh Anggaran Sepatu Rp700 Ribu Sepasang
-
Kasus Dokter Magang Meninggal di Jambi Disorot, Polisi Tunggu Hasil Audit Kemenkes
-
Prabowo Dorong Kampus Turun Tangan, Jadi 'Asisten' Pemda Tangani Masalah Daerah lewat Program ASRI
-
Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Danantara-Pemprov DKI Jakarta Percepat Pembangunan PSEL
-
Masih Bekerja Tapi Ingin Cairkan JHT? Ini Syarat Berkas Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
-
Sejumlah Wilayah Jakarta Dikepung Banjir Buntut Hujan Deras yang Mengguyur Sejak Sore Hari
-
DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior
-
Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI
-
Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang
-
Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute