- Pemerintah Indonesia mengekspor 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia tahun 2026.
- Keputusan ekspor tersebut menyusul melimpahnya stok beras nasional yang mencapai rekor 3,7 juta ton pada Maret 2026.
- Setelah Saudi, Indonesia menargetkan ekspor beras berikutnya ke negara tetangga seperti Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.
Suara.com - Setelah melakukan ekspor beras ke Arab Saudi, kini pemerintah menyasar negara-negara tetangga sebagai tujuan ekspor berikutnya.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebutkan sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor beras pada tahun ini.
"Produksi kita insyaallah beras juga sangat melimpah dan kami sudah memproyeksikan akan kita ekspor ke beberapa negara-negara sekitar yang membutuhkan, ada Papua Nugini, kemudian kemarin ada permintaan juga dari Malaysia dan seterusnya," kata Sudaryono di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Sudaryono mengatakan pihaknya menjajaki semua peluang dan melakukan proyeksi ke arah ekspor beras.
"Jadi kalau tahun lalu produksinya cukup, katakanlah surplus tapi tidak ada ekspor, tahun ini insyaallah kita mengarah ke ekspor," kata Sudaryono.
Ekspor Beras ke Arab
Pemerintah melepas ekspor beras ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia. Total beras yang akan dikirim mencapai 2.280 ton dan ditujukan khusus bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pengiriman beras ke Arab Saudi bisa dilakukan karena stok beras nasional berada dalam kondisi melimpah.
"Ini adalah momentum yang baik karena produksi kita, stok kita hari ini 3,7 juta ton, data BPS, di bulan Maret. Dan itu terbesar sepanjang sejarah stok kita," kata Amran di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurut Amran, pengiriman beras ke Arab Saudi merupakan langkah awal untuk memperluas pasar ekspor beras Indonesia. Sejumlah negara lain juga telah dijajaki sebagai tujuan ekspor berikutnya.
Baca Juga: Imbas Konflik di Timur Tengah, Formula 1 Seri GP Bahrain dan GP Saudi Resmi Dibatalkan
"(Selain) Saudi Arabia, kita kirim juga ke Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina," ujarnya.
Ia menjelaskan, khusus untuk kebutuhan jemaah Indonesia di Arab Saudi, potensi permintaan beras sebenarnya jauh lebih besar. Pemerintah memperkirakan kebutuhan beras bagi jemaah haji Indonesia di negara tersebut bisa mencapai puluhan ribu ton.
"Mudah-mudahan ke depan bisa kita ekspor lebih besar lagi. Tetapi khusus untuk jemaah kita, Saudi Arabia itu perkiraan antara 20 sampai 50 ribu ton," kata Amran.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan ekspor beras tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan rapat koordinasi terbatas yang digelar pemerintah pada 23 Februari 2026. Penugasan ekspor juga diberikan melalui surat dari Kepala Badan Pangan Nasional.
Ia menyebut total beras yang diekspor mencapai 2.280 ton, menyesuaikan dengan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini yang diperkirakan mencapai lebih dari 200 ribu orang.
"Total ekspor beras haji adalah 2.280 ton. Ini sesuai dengan permintaan dari Kementerian Haji, sesuai dengan jumlah jemaah haji Indonesia di tahun ini lebih kurang 215.000 jemaah haji," ucapnya.
Berita Terkait
-
Imbas Konflik di Timur Tengah, Formula 1 Seri GP Bahrain dan GP Saudi Resmi Dibatalkan
-
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi Hingga 5 Pesawat Tanker BBM Rusak Parah Sekali
-
Perang AS vs Iran Bikin Roberto Mancini yang Baru5Bukan Kerja Kembali Nganggur
-
Media Luar Ungkap Perang AS-Iran Terus Memanas, Ini Penyebabnya
-
Sinyal Perang Memuncak, AS Disebut Evakuasi Massal Diplomat dari Tiga Kota Besar Arab Saudi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Jokowi ke Kader PSI: Kalau Semua Jalur Mentok, Datang Saja ke Solo
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
-
5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!
-
Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok
-
Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah
-
Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
-
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
-
Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya