- Esmaeil Khatib, Menteri Intelijen Iran sejak 2021, merupakan ulama garis keras lulusan studi fiqih Islam.
- Khatib diusulkan Presiden Raisi Agustus 2021 dan dipertahankan oleh Presiden Pezeshkian karena kedekatannya dengan IRGC.
- Menteri Pertahanan Israel mengklaim Khatib tewas dalam serangan IDF, namun klaim ini belum dikonfirmasi resmi Iran.
Suara.com - Esmaeil Khatib atau yang dikenal sebagai Seyyed Esmaeil Vaezi, lahir pada 1961 di Qaenat, Iran.
Ia adalah tokoh ulama dan politikus garis keras yang telah menjabat sebagai Menteri Intelijen sejak 2021.
Khatib dikenal memiliki hubungan erat dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Khatib pertama kali diusulkan oleh Presiden Ebrahim Raisi pada 24 Agustus 2021 dan berhasil mendapat dukungan mayoritas di Majelis Syura Islam dengan 222 suara setuju, 48 menolak, dan 17 abstain.
Esmaeil Khatib tetap menjabat di kabinet Raisi yang keempat, meski biasanya presiden baru mengganti menteri-menteri utama dengan loyalisnya sendiri.
Jejak Khatib di bidang intelijen panjang. Setelah terbentuknya IRGC, ia menjadi pionir di organisasi intelijen militer ini pada 1980-an.
Ia kemudian menjabat kepala intelijen di Qom, hingga akhirnya dipindahkan ke Kantor Pemimpin Tertinggi dan kemudian ke Kementerian Kehakiman Iran pada 2012-2019.
Selama kariernya, Khatib disebut terlibat dalam operasi untuk menekan pemberontakan Kurdi di Iran pada 1980-an.
Di sisi pendidikan, Khatib adalah murid dari sejumlah ulama terkenal seperti Ali Khamenei, Fazel Lankarani, dan Mokarem Shirazi, dengan fokus studi murni pada fiqih Islam tanpa latar belakang politik atau intelijen formal.
Baca Juga: Spesifikasi GBU-72 Bom Bawah Tanah Amerika Serikat Jadi Senjata Kunci Perang Lawan Iran
Israel Klaim Tewaskan Esmaeil Khatib
Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz mengklaim bahwa Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib, tewas dalam serangan malam yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada Selasa malam waktu setempat.
Namun, pihak Iran hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi atas kabar tersebut.
Katz menyatakan, “Saya dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberi wewenang kepada militer untuk menarget pejabat tinggi Iran berikutnya tanpa perlu persetujuan tambahan.”
Sumber The Jerusalem Post menyebut, hasil serangan awal masih belum sepenuhnya jelas.
“Ada optimisme serangan berhasil, tetapi tidak ada hasil definitif yang dikonfirmasi,” kata salah satu sumber.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Tangis Korban Hanania Travel Pecah di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG
-
Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar
-
Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M
-
Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan
-
Komisi X DPR Dukung Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Kunker Pantau Program MBG
-
Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi
-
MBG Jangan 'Makan' Hak Guru dan Beasiswa dari Anggaran Pendidikan!
-
Presiden Setujui Anggaran Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra