- GBU-72 adalah bom penetrator kelas 5.000 pound buatan AS, dikembangkan Boeing, dan digunakan Angkatan Udara sejak 2021.
- Bom presisi ini memiliki navigasi GPS-INS untuk menghancurkan target bawah tanah kuat, seperti digunakan di Laut Merah 2024.
- Pada Maret 2026, AS mengonfirmasi penggunaan GBU-72 untuk menyerang situs rudal Iran yang diperkuat dekat Selat Hormuz.
Suara.com - Guided Bomb Unit-72 (GBU-72), juga dikenal sebagai bom 5K Penetrator, merupakan bom bunker-busting presisi kelas 5.000 pound (2.300 kg) yang dikembangkan Amerika Serikat.
Bom ini dilengkapi dengan JDAM tail kit dan sistem navigasi GPS-INS, memungkinkan target bawah tanah dihancurkan dengan akurat.
GBU-72 dikembangkan oleh Boeing dan telah digunakan oleh US Air Force sejak 2021, serta mampu dijatuhkan dari pesawat B-1B, F-15E, dan F-15I Israel.
Meski kapasitas penetrasi pastinya dirahasiakan, versi awal GBU-28 dapat menembus hingga 46 meter tanah dan 4,6 meter beton bertulang.
Bom ini menyerupai versi besar dari GBU-31/B JDAM yang dipasang dengan warhead BLU-109 atau BLU-137/B, dengan sirip panjang di bagian bawah untuk stabilitas.
Dalam praktik operasional, GBU-72 pernah digunakan dalam serangan gabungan AS-Inggris di Red Sea pada Mei 2024 untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah Houthi di Yaman.
Selain itu, laporan September 2024 menyebut Angkatan Udara Israel menyiapkan hingga sepuluh GBU-72 untuk menargetkan markas bawah tanah Hezbollah di Beirut.
Laporan terbaru menyebut bahwa bom ini digunakan Amerika Serikat untuk menyerang itus rudal bawah tanah Iran di dekat Selat Hormuz pada Selasa (17/3/2026).
“Beberapa jam lalu, pasukan AS berhasil menggunakan beberapa munisi penetrator dalam seberat 5.000 pound pada situs rudal Iran yang diperkuat di sepanjang garis pantai dekat Selat Hormuz,” tulis pernyataan CENTCOM melalui akun X.
Baca Juga: Pembunuhan Ali Larijani Tak Goyakan Iran, Menlu Abbas Araghchi: Mati Satu Tumbuh Seribu
Menurut seorang pejabat AS yang diwawancarai CNN, bom yang digunakan adalah GBU-72 Advanced 5K Penetrator, jenis peledak yang pertama kali diperkenalkan pada 2021.
Bom ini dirancang untuk menembus target yang sangat kuat dan tersembunyi, cocok untuk pesawat tempur maupun pengebom.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Panggil Pegawai DJBC Salisa Asmoaji, KPK Endus Adanya 'Uang Pelicin' dalam Pengurusan Cukai Rokok
-
ICW Soroti Bagi-Bagi Sembako di Monas, Desak Pemerintah Buka Sumber Anggaran yang Dinilai Tertutup
-
Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Dinas Bina Marga hingga PU, Bos Taksi Green SM Ditunda Besok
-
Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Kalimalang, Pengemudi Pajero Ditangkap Polisi
-
Percepatan Transisi Energi Bersih Berpotensi Tambah Beban Ekonomi Warga, Apa Solusinya?
-
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah
-
Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan
-
Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?
-
Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk