- Pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3 Lebaran), arus kendaraan di Tol Kalikangkung Semarang mencapai rata-rata 3.000 kendaraan per jam.
- Sebanyak 36.372 kendaraan tercatat melintasi gerbang tol tersebut antara pukul 06.00 hingga 17.00 WIB, menunjukkan kenaikan signifikan.
- Untuk mengurai kepadatan, 21 gardu dibuka maksimal, serta rekayasa lalu lintas satu arah diberlakukan hingga Tol Salatiga.
Suara.com - Arus kendaraan dari wilayah barat yang masuk ke Jawa Tengah melalui gerbang Tol Kalikangkung Semarang pada Rabu (18/3/2026) atau H-3 Lebaran 2026 rata-rata mencapai lebih dari 3.000 kendaraan per jam.
Kepala Pos Pengamanan Gerbang Tol Kalikangkung Semarang Ajun Komisaris Polisi Dimas mengatakan sejak pukul 06.00 hingga 17.00 WIB tercatat 36.372 kendaraan yang melintas keluar gerbang tol tersebut.
"Kalau dibanding hari sebelumnya terdapat kenaikan signifikan. Sebelumnya rata-rata hanya 2 ribu per jam," katanya.
Ia mengatakan dengan tingkat kepadatan seperti itu, gardu pembayaran di gerbang Tol Kalikangkung dibuka maksimal 21 unit untuk mempercepat proses transaksi pemudik.
"Sebanyak 12 gardu utama dan 9 gardu satelit dibuka untuk melayani kendaraan yang melintas," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Selain itu, petugas dengan mobile reader diterjunkan secara intensif untuk mengurai kepadatan kendaraan di gerbang tol itu.
Ia menambahkan kepadatan di ruas gerbang Tol Kalikangkung masih relatif terkendali meski terjadi kenaikan arus yang cukup tajam dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Menurut dia, rekayasa lalu lintas berupa jalur satu arah atau one way sudah diberlakukan hingga Kalikangkung sejak Rabu dini hari.
Rekayasa tersebut diperpanjang hingga pintu keluar Tol Salatiga pada Rabu sore akibat meningkatnya kepadatan arus dari arah barat secara terus-menerus.
Baca Juga: Warga Jakarta yang Mudik Bisa Titip Kendaraan Gratis di Kantor Lurah Hingga Wali Kota
Tag
Berita Terkait
-
Warga Jakarta yang Mudik Bisa Titip Kendaraan Gratis di Kantor Lurah Hingga Wali Kota
-
Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat
-
Ingin Mudik Lebaran 2026 Tanpa Drama Macet? Manfaatkan Aplikasi Travoy Ini
-
5 Mobil Bekas Bagasi Super Lega: Koper Sekampung Masuk, Mudik Lebaran Bebas Drama Sempit-sempitan
-
PLN Siapkan 1.681 SPKLU di Jalur Mudik, Antisipasi Lonjakan Mobil Listrik
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
Terkini
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus
-
Koalisi Sipil Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diseret ke Sidang Militer: Ada Dugaan Aktor Lebih Besar
-
Warga Jakarta yang Mudik Bisa Titip Kendaraan Gratis di Kantor Lurah Hingga Wali Kota
-
Bukan Era Orde Baru, Aktivis 98 Desak Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Ditangani Transparan
-
Pemerintah Apresiasi Langkah Cepat Polri Identifikasi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Peserta Mudik Gratis DKI Membeludak, Bank Jakarta Ikut Sumbang 20 Bus ke Jawa Hingga Sumatra
-
Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat
-
Panduan Lengkap Rukyat Hilal Syahwal, Begini Cara Arab Saudi Tentukan Lebaran 2026
-
Ada Perbedaan Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Versi TNI dan Polri, Ini Kata DPR