- Penelitian WHOI dan Columbia University mengidentifikasi molekul sulit deteksi dari fitoplankton laut.
- Senyawa kimia berbeda tiap fitoplankton menentukan komunitas bakteri pendukung ekonomi mikroba laut.
- Molekul yang dilepaskan fitoplankton menyumbang signifikan pada siklus karbon dan kebutuhan nutrisi bakteri.
Suara.com - Penelitian terbaru yang dipimpin Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) dan Columbia University mengungkap jenis-jenis molekul yang dilepaskan oleh fitoplankton di laut.
Molekul ini selama ini sulit dideteksi, tetapi ternyata berperan penting dalam menopang kehidupan mikroba sekaligus menggerakkan siklus karbon Bumi.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Fitoplankton adalah organisme mikroskopis yang hidup di permukaan laut. Seperti tumbuhan, mereka menyerap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi karbon organik melalui fotosintesis. Setiap tahun, proses ini memindahkan puluhan miliar ton karbon dan berkontribusi terhadap produksi oksigen yang kita hirup.
Namun, bagaimana karbon tersebut berpindah ke organisme lain di laut selama ini belum sepenuhnya dipahami. Salah satu alasannya, senyawa yang dilepaskan fitoplankton berukuran sangat kecil, sulit terdeteksi di air laut yang asin, dan cepat dikonsumsi oleh mikroba lain.
Dalam studi ini, peneliti mengamati enam spesies fitoplankton dalam kondisi laboratorium yang terkontrol. Mereka menggunakan metode penandaan kimia untuk mengidentifikasi molekul kecil yang dilepaskan. Hasilnya, senyawa tersebut menyumbang hingga 23% dari total karbon organik terlarut yang dihasilkan fitoplankton.
Peneliti juga menemukan bahwa setiap jenis fitoplankton menghasilkan kombinasi molekul yang berbeda. Molekul ini tidak hanya mengandung karbon, tetapi juga unsur lain seperti nitrogen, fosfor, dan sulfur. Perbedaan “menu kimia” ini menentukan jenis bakteri yang bisa bertahan hidup di suatu wilayah laut.
Artinya, hubungan antara fitoplankton dan bakteri membentuk semacam “ekonomi mikroba” di laut. Molekul yang dilepaskan fitoplankton menjadi “mata uang” yang digunakan oleh mikroorganisme untuk bertahan hidup dan berkembang.
Dengan menggabungkan data laboratorium dan pemodelan global, peneliti memperkirakan molekul dari fitoplankton dapat memenuhi hingga 5% kebutuhan karbon harian bakteri laut paling melimpah, yaitu kelompok SAR11.
Baca Juga: PELNI Siapkan 751 Ribu Tiket dan 55 Kapal untuk Mudik Lebaran
Penelitian ini menjadi penting karena sebagian besar siklus karbon Bumi terjadi melalui interaksi mikroorganisme di laut. Dengan memahami jenis molekul yang dipertukarkan, ilmuwan dapat membangun model yang lebih akurat tentang bagaimana karbon bergerak di ekosistem laut.
Ke depan, peneliti akan mengkaji bagaimana perubahan lingkungan—seperti kenaikan suhu, keterbatasan nutrisi, dan pengasaman laut—mempengaruhi molekul yang dihasilkan fitoplankton serta dampaknya terhadap komunitas mikroba.
Temuan ini membuka jalan baru untuk memahami peran tersembunyi mikroorganisme laut dalam menjaga keseimbangan iklim Bumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi
-
Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta
-
AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini
-
Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya
-
Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar
-
Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran
-
Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad
-
Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen
-
Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran
-
Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus