- Direktur CIA, John Ratcliffe, menyatakan Iran meminta bantuan intelijen dari Rusia, China, dan musuh AS di Washington.
- Pernyataan itu disampaikan dalam sidang Komite Intelijen Senat terkait ancaman global di tengah serangan AS dan Israel.
- Rusia secara resmi membantah keras laporan bahwa mereka memberikan data intelijen atau teknologi militer kepada Iran.
Suara.com - Direktur CIA, John Ratcliffe mengungkap fakta baru terkait perang melawan Iran. Menurut Ratcliffe, Iran meminta bantuan intelijen kepada Rusia dan China, serta negara-negara yang jadi musuh AS.
Pernyataan itu disampaikan saat sidang Komite Intelijen Senat tentang ancaman global di Washington.
Ratcliffe mengatakan permintaan tersebut terjadi di tengah serangan udara yang terus dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Iran meminta bantuan intelijen dari Rusia, dari China, dan dari negara-negara lain yang menjadi lawan Amerika Serikat,” ujarnya dalam sidang terbuka seperti dilansir dari The Hill.
Ia menolak menjelaskan secara rinci apakah bantuan tersebut benar-benar diberikan. “Apakah negara-negara itu memberikan bantuan atau tidak, itu akan dibahas dalam sesi tertutup,” kata Ratcliffe kepada anggota Senat.
Dalam sidang yang sama, Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard juga ditanya mengenai laporan bahwa Rusia memberikan dukungan intelijen, termasuk citra satelit, kepada Iran.
Ia tidak membantah, namun menyatakan informasi tersebut hanya bisa dibahas dalam pertemuan rahasia.
“Jika ada pertukaran intelijen, itu lebih tepat dibicarakan dalam sesi tertutup,” kata Gabbard.
Gabbard menambahkan Pentagon menilai bantuan yang mungkin diterima Iran sejauh ini belum mengubah kemampuan operasional Teheran di medan konflik.
Baca Juga: Timnas Iran Tidak Mundur dari Piala Dunia 2026, Boikot AS Tetap Jalan!
Sementara itu, utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengatakan Rusia membantah telah memberikan intelijen kepada Iran untuk menyerang pasukan Amerika.
“Dalam percakapan dengan Presiden Trump, pihak Rusia mengatakan mereka tidak membagikan intelijen. Itu pernyataan mereka,” ujarnya dalam wawancara televisi.
Hubungan Iran dengan Rusia sebelumnya diakui cukup erat oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang menyebut kedua negara memiliki kemitraan yang sangat baik.
Namun ia menolak mengonfirmasi apakah Moskow benar-benar memberikan bantuan intelijen kepada Teheran.
Sementara itu, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan laporan tersebut tidak benar.
“Laporan itu adalah fake news,” kata Peskov menanggapi berita Wall Street Journal yang menyebut Moskow memperluas kerja sama militer dengan Teheran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP
-
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?
-
Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata
-
KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA
-
Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos
-
AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan
-
Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap