News / Internasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 12:06 WIB
Pimpinan keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani tewas dalam serangan Israel. [Independentpersian.com]
Baca 10 detik
  • Pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, berbelasungkawa atas tewasnya Ali Larijani dan mengancam pelaku akan dibalas.
  • Mojtaba Khamenei menganggap kematian Ali Larijani dan rombongannya merupakan kerugian signifikan bagi negara.
  • Menteri Luar Negeri Iran menyatakan struktur politik kuat Iran tidak akan runtuh akibat kehilangan tokoh penting.

Suara.com - Pemimpin baru Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, dalam sebuah pesan tertulis yang dipublikasikan kantor berita Tasnim News Agency.

Dalam pesan tersebut, ia juga menegaskan bahwa para pelaku akan mendapat balasan.

“Setiap darah memiliki harga yang harus dibayar, dan para pembunuh akan segera menanggung akibatnya,” tulis Mojtaba Khamenei dalam pernyataannya.

Mojtaba menyebut kematian Larijani dan para pendampingnya sebagai kehilangan besar bagi negara.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan struktur politik Republik Islam terlalu kuat untuk runtuh hanya karena kehilangan satu tokoh penting.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Araghchi menyatakan Amerika Serikat dan Israel salah memahami sistem pemerintahan Iran.

“Republik Islam Iran memiliki struktur politik yang kuat dengan institusi yang mapan. Kehadiran atau ketiadaan satu orang tidak akan meruntuhkan sistem,” ujarnya.

Ia mengakui setiap tokoh memiliki peran penting, namun sistem negara tidak bergantung pada individu tertentu.

“Setiap orang berpengaruh, tetapi yang menentukan adalah kekuatan struktur politik kami, dan itu sangat solid,” katanya.

Baca Juga: Ali Larijani Tewas: Apakah Kematiannya Bakal Perdalam Krisis di Iran?

Araghchi bahkan menyinggung kematian pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei, yang menurutnya tidak menghentikan jalannya pemerintahan.

Ia menegaskan Iran mampu segera menunjuk pengganti dan menjaga stabilitas nasional.

“Kami pernah kehilangan pemimpin tertinggi, tetapi sistem tetap berjalan. Jika pejabat lain gugur, akan selalu ada pengganti,” ujarnya.

Kontributor: Adam Ali

Load More