- Pada H-1 Idul Fitri (Jumat, 20/3/2026) pagi, volume kendaraan di Tol Cipali menurun signifikan meskipun skema one way tetap berlaku.
- Data menunjukkan terjadi penurunan tajam volume lalu lintas sebesar 68,6 persen dibandingkan hari puncak sebelumnya pada periode waktu yang sama.
- Kondisi lengang berdampak positif; area peristirahatan terpantau kondusif tanpa kepadatan parkir berlebih di sepanjang ruas tol tersebut.
Suara.com - Kondisi arus lalu lintas pada periode puncak mudik Lebaran di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menunjukkan tren penurunan volume kendaraan yang signifikan pada H-1 Idul Fitri atau tepatnya pada Jumat (20/3/2026) pagi hingga siang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di sepanjang jalur bebas hambatan tersebut terpantau cukup lengang dan lancar, meskipun skema rekayasa lalu lintas satu arah atau one way masih terus diberlakukan oleh pihak kepolisian dan pengelola jalan tol.
Situasi ini menjadi kabar baik bagi para pemudik yang baru melakukan perjalanan menuju arah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada hari terakhir menjelang lebaran.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo dalam keterangannya di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat menyampaikan rekayasa lalu lintas one way saat ini masih diberlakukan.
Penerapan kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon dan sekitarnya agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik krusial.
Sepanjang pagi hingga menjelang siang hari, tidak terlihat adanya antrean panjang kendaraan di jalur utama maupun di akses masuk gerbang tol.
Disampaikan, saat ini kondisi arus lalu lintas one way di ruas jalan tol tersebut terpantau cukup lancar, dengan dominasi kendaraan yang melintas ialah kendaraan minibus.
Kendaraan pribadi milik pemudik ini melaju dengan kecepatan stabil tanpa hambatan berarti di sepanjang aspal Tol Cipali yang membentang melintasi wilayah Subang hingga Majalengka.
Data statistik yang dihimpun oleh pengelola jalan tol menunjukkan penurunan aktivitas kendaraan yang cukup tajam dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang menjadi puncak arus mudik.
Baca Juga: Jangan Asal Teduh! Ini Bahaya Parkir Mobil di Bawah Pohon Saat Mudik Lebaran
Berdasarkan data arus lalu lintas periode pukul 00.00 WIB hingga 09.00 WIB, tercatat sekitar 14 ribu kendaraan telah melintasi jalan Tol Cipali, melewati eks Gerbang Tol Cikopo menuju arah Cirebon. Angka ini mencerminkan distribusi pemudik yang sudah mulai terurai sejak beberapa hari lalu.
Jika dibandingkan dengan data pada periode yang sama di hari sebelumnya, terlihat adanya selisih angka yang sangat mencolok dalam hal kepadatan jalan.
Jumlah kendaraan yang melintas itu jauh lebih rendah 68,6 persen jika dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada hari sebelumnya dengan rata-rata 1.500 kendaraan per jam.
Penurunan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat telah sampai di kampung halaman masing-masing atau telah melewati jalur Cipali pada H-2 dan H-3 Lebaran.
Kondisi yang relatif sepi ini juga berdampak positif pada fasilitas penunjang di sepanjang jalan tol, terutama area peristirahatan. Ardam menyebutkan untuk layanan rest area di ruas Tol Cipali pada Jumat ini terpantau cukup kondusif.
Tidak ada laporan mengenai kepadatan berlebih di kantong-kantong parkir rest area yang biasanya menjadi titik kemacetan akibat kendaraan yang parkir hingga ke bahu jalan tol.
Berita Terkait
-
Jangan Asal Teduh! Ini Bahaya Parkir Mobil di Bawah Pohon Saat Mudik Lebaran
-
Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel
-
Fitur Unggulan JETOUR T2 yang Dapat Membantu saat Perjalanan Mudik Lebaran 2026
-
50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?
-
Jasa Marga Siapkan Tol Japek II Selatan Fungsional Saat Arus Balik Lebaran 2026
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Akal Bulus Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman Lolos dari Jeratan Narkoba, Tapi Gagal
-
Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa
-
Puji Setinggi Langit Indonesia di Piala AFF 2026, Tijjani Reijnders Nyesel Lebih Pilih Belanda?
-
Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik
-
6 Titik Nadi Terbaik untuk Semprot Parfum agar Sillage Maksimal
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah
-
Bakal Diteror Mitchell Baker, Kiper Vietnam Gemetar: Akui Timnas Indonesia Bukan Lawan Mudah
-
UMKM Mulai Go Digital, Transaksi QRIS Jadi Andalan Dongkrak Penjualan
-
Kabar Duka, Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia