News / Nasional
Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:11 WIB
Ilustrasi penemuan kerangka manusia. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  • Polres Garut sedang menyelidiki penemuan kerangka manusia tanpa identitas di Hutan Batumeungpeuk pada Kamis, 19 Maret 2026.
  • Warga menemukan kerangka dalam kondisi tanpa pakaian dan tanpa benda pribadi saat sedang berburu di lokasi sulit.
  • Kerangka dibawa ke RSUD dr Slamet Garut untuk pemeriksaan forensik guna menentukan identitas dan penyebab kematian korban.

Tantangan geografis ini membuat tim memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai titik koordinat penemuan.

Setibanya di lokasi, Tim Inafis melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap area sekitar.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kerangka manusia tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa pakaian sama sekali.

Tidak ditemukan pula benda-benda pribadi seperti dompet, perhiasan, atau dokumen yang bisa menjadi petunjuk awal identitas korban.

Kondisi kerangka juga sudah tidak utuh secara sempurna. Beberapa bagian tulang ditemukan berserakan di sekitar lokasi utama, yang diduga kuat akibat aktivitas binatang liar di dalam hutan.

Meskipun demikian, tim medis dari Puskesmas Banjarwangi yang ikut ke lokasi telah melakukan pemeriksaan luar terhadap sisa-sisa tulang tersebut.

"Pemeriksaan medis luar oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Banjarwangi juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang mencolok," katanya.

Hal ini menambah teka-teki mengenai penyebab kematian korban, apakah karena faktor alami, tersesat, atau ada faktor lain yang belum terungkap.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan ilmiah, pihak kepolisian memutuskan untuk membawa seluruh kerangka manusia tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut.

Baca Juga: Kisah Siswi SMK di Garut: Rawat Nenek Lumpuh, Terancam Putus Sekolah karena Dianggap 'Warga Mampu'

Di sana, tim dokter forensik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan usia, jenis kelamin, hingga perkiraan waktu kematian korban melalui metode saintifik.

Di sisi lain, kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam kurun waktu tertentu. Kerja sama dari masyarakat dianggap sangat krusial untuk mempercepat proses identifikasi ini.

"Mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor guna membantu proses identifikasi," katanya.

Load More