- Bupati nonaktif Pati, Sudewo, menyampaikan pesan Idulfitri dan permohonan maaf kepada warga Pati di Masjid KPK Jakarta Selatan.
- KPK melaksanakan salat Idulfitri dan layanan khusus bagi 81 tahanannya pada Sabtu, 21 Maret 2026 pagi.
- Layanan khusus KPK mencakup penerimaan makanan dan kunjungan tatap muka guna menjunjung hak asasi tahanan.
Suara.com - Bupati nonaktif Kabupaten Pati, Sudewo, menyampaikan pesan Idulfitri kepada warga Pati usai menjalankan salat Idulfitri di Masjid Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.
Tersangka kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan itu sempat meminta maaf kepada warga Pati.
“Saya mengucapkan selamat hari raya Idulfitri kepada warga Kabupaten Pati, mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan segera melewati ujian dan cobaan ini dan saya selalu berdoa berharap kemajuan pembangunan Kabupaten Pati di segala bidang,” kata Sudewo di lokasi, Sabtu (21/3/2026).
Pada kesempatan yang sama, Sudewo juga menyampaikan rasa cinta yang dia rasakan kepada warga Pati.
“Rakyat Kabupaten Pati sejahtera, sumber daya manusia, dan kita tetap cinta Kabupaten Pati,” tandas Sudewo.
KPK diketahui melaksanakan pelayanan khusus bagi para tahanan dalam rangka Hari Raya Idulfitri pada hari ini, Sabtu (21/3/2026).
Pada hari ini, KPK menggelar salat Idulfitri yang dimulai sekitar pukul 06.30 sampai dengan 08.00 WIB di masjid Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
“Kemudian, KPK akan membuka layanan penerimaan hantaran makanan bagi para tahanan, dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026).
Lebih lanjut, Budi juga menyebut KPK memberi kesempatan kepada para tahanan untuk bertemu dan bertatap muka secara langsung dengan keluarga dan kerabatnya pada pukul 10.00 sampai 13.00 WIB.
Baca Juga: Ucap Selamat Lebaran 2026, Postingan Cristiano Ronaldo Tembus 6 Juta View dalam 2 Jam
Tercatat, total terdapat 81 tahanan, yakni 41 orang dari Rutan KPK Gedung Merah Putih (K4) dan 40 orang dari Rutan KPK Gedung C1. Dari angka tersebut, 67 orang di antaranya beragama muslim.
“Layanan khusus ini tentunya sebagai wujud komitmen KPK dalam menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia, dengan memastikan bahwa setiap tahanan tetap memperoleh hak-hak dasarnya, termasuk dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya, termasuk penyelenggaraan layanan kunjungan bagi keluarga dan kerabat tahanan di Rutan KPK,” tutur Budi.
Dia menjelaskan kehadiran keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan emosional, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian penting dalam proses refleksi diri para tahanan.
“KPK memandang bahwa pemenuhan hak beragama merupakan elemen fundamental yang harus dijaga, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani proses hukum,” ujar Budi.
KPK memastikan para tahanan tetap memiliki ruang untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai integritas.
Menurut Budi, seluruh layanan kunjungan diselenggarakan secara tertib, terukur, dan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan serta ketentuan yang berlaku.
Berita Terkait
-
Ucap Selamat Lebaran 2026, Postingan Cristiano Ronaldo Tembus 6 Juta View dalam 2 Jam
-
Lebaran di Aceh Tamiang, Prabowo: Pemulihan Pascabencana Hampir 100 Persen
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Masjid Negara IKN Gelar Salat Id Perdana, Jadi Momen Bersejarah
-
Daftar Promo Makanan Saat Lebaran 2026: Pizza, Ramen, dan Menu Favorit Lainnya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan