- Seorang turis Amerika Serikat bernama Karl Adolf Amrhein (57) diamankan pecalang di Sukawati saat Nyepi.
- Pelanggaran ini terjadi karena ia berjalan di jalan utama Bali meskipun ada larangan total aktivitas selama 24 jam.
- Setelah diperiksa, turis tersebut diantar ke vila terdekat dan mendapat peringatan keras agar tidak melanggar lagi.
Suara.com - Seorang turis asal Amerika Serikat diamankan pecalang setelah kedapatan melanggar aturan Hari Raya Nyepi di Bali.
Pria bernama Karl Adolf Amrhein (57) tertangkap berjalan di jalan utama Desa Sukawati sekitar pukul 07.00 pagi.
Pecalang menyatakan warga negara asing itu ditahan karena melanggar aturan Nyepi yang berlaku bagi semua orang di Bali.
“Kami mengamankan seorang warga negara Amerika Serikat yang ditemukan berkeliaran saat Nyepi,” kata seorang petugas.
Kabar kelakuan turis AS di Bali ini juga jadi sorotan media NY Post.
Menurut polisi, pria tersebut sempat berpura-pura bisu saat dibawa ke kantor polisi dan meminta agar dilepaskan.
Setelah akhirnya berkomunikasi, ia mengaku sedang mencari tempat tinggal karena terpaksa keluar dari hotel sebelumnya.
“Dia mengakui dipaksa meninggalkan hotel di Ubud karena masa menginapnya sudah habis,” ujar pihak kepolisian.
Setelah diperiksa, turis itu kemudian diantar ke sebuah vila terdekat untuk tinggal sementara dan diberi peringatan keras agar tidak mengulangi pelanggaran.
Baca Juga: Viral Bule Lecehkan dan Langgar Aturan Nyepi, Terancam Dilaporkan hingga Dideportasi
"Insiden ini terjadi saat otoritas Bali kembali mengingatkan wisatawan untuk memahami ketatnya aturan Nyepi. Selama 24 jam, seluruh aktivitas di pulau dihentikan total, termasuk lampu, musik, kendaraan, hingga penerbangan," tulis laporan NY Post.
Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2020 ketika turis Amerika lainnya diamankan di Kuta karena tetap berlari saat Nyepi.
Saat ditegur warga, pria itu mengatakan, “Saya hanya ingin jogging,” dan menolak kembali ke vilanya.
Nyepi merupakan Tahun Baru Saka dalam tradisi Hindu Bali dan menjadi momen refleksi, meditasi, serta penyucian diri. Sekitar 87 persen penduduk Bali beragama Hindu dan mengikuti rangkaian ritual yang berlangsung selama beberapa hari.
Kontributor: M.Faqih
Tag
Berita Terkait
-
Viral Bule Lecehkan dan Langgar Aturan Nyepi, Terancam Dilaporkan hingga Dideportasi
-
Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia
-
Waketum MUI Cholil Nafis Imbau Umat Islam Hormati Nyepi, Takbir Tak Pakai Pengeras Berlebihan
-
Nyepi 2026, Bali Hening Total, Jalanan dan Tol Sepi Tanpa Aktivitas
-
Jadwal Operasional BRI Wilayah Bali saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?