- Kemenko Kumham Imipas memantau pelayanan publik berjalan optimal di berbagai wilayah saat libur Idulfitri.
- Pemantauan melibatkan pimpinan madya dan staf khusus di lapas dan imigrasi Jawa, Bali, serta DKI Jakarta.
- Beberapa lapas memberikan remisi khusus, layanan kunjungan ketat, dan sosialisasi regulasi KUHP terbaru.
Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) memastikan pelayanan publik selama masa libur Hari Raya Idul Fitri Fitri berjalan optimal di seluruh Indonesia.
Sekretaris Kemenko Kumham Imipas, R Andika Dwi Prasetya mengatakan, hal itu berdasarkan hasil pemantauan menyeluruh yang dilakukan di berbagai satuan kerja pemasyarakatan dan keimigrasian di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Bali, dan DKI Jakarta.
Pemantauan, lanjut Andika, dilakukan oleh seluruh jajaran pimpinan tinggi madya, staf ahli, staf khusus, dan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemenko Kumham Imipas.
Berdasarkan data yang diterima menunjukkan bahwa seluruh layanan berjalan tertib, aman, dan lancar, dengan dukungan kesiapan petugas, sarana prasarana yang memadai, serta mekanisme pelayanan yang telah berjalan sesuai standar operasional prosedur.
"Di Lapas Kelas I Semarang misalnya, terlaksana pemberian Remisi Khusus Idulfitri kepada 872 warga binaan pemasyarakatan (WBP)," kata Andika, dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).
Menurutnya, pembinaan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mempersiapkan WBP untuk kembali berintegrasi di tengah masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Sementara itu, kata Andika, Lapas Kelas I Cirebon membuka layanan kunjungan selama tiga hari dengan pengamanan ketat, termasuk penggunaan sistem biometrik untuk pencatatan keluar masuk pengunjung.
Pada hari pertama, tercatat 368 pengunjung dengan 82 WBP menerima kunjungan. Layanan juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan melalui jalur prioritas, serta menghadirkan suasana yang lebih hangat melalui penampilan band warga binaan.
Di Jawa Timur, Rutan Kelas I Surabaya dan Lapas Kelas I Surabaya menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi lonjakan kunjungan Lebaran.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran Mulai Padati Terminal Terpadu Pulo Gebang
Layanan kunjungan di Rutan dilaksanakan selama tiga hari dengan kuota terbatas dan pembagian sesi yang tertib, serta pengamanan yang melibatkan unsur TNI dan Polri.
Sementara itu, Lapas Kelas I Surabaya membuka layanan kunjungan selama enam hari dengan pengamanan berlapis.
Petugas di kedua satuan kerja tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Pemantauan juga dilakukan area Jawa Barat. Di Lapas Kelas IIA Bogor misalnya, terpantau memfokuskan pada kesiapan layanan publik selama masa work from anywhere (WFA) dan cuti bersama.
"Hasilnya menunjukkan bahwa sarana prasarana telah siap, alur kunjungan tertata dengan baik, serta petugas dalam kondisi siaga penuh, sehingga pelayanan publik tetap berjalan optimal," jelas Andika.
Kemudian, Rutan Kelas I Depok, pemantauan pelayanan publik dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026.
Berita Terkait
-
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Terminal Terpadu Pulo Gebang
-
Viral! Sekelompok Wanita Diduga Rayakan Lebaran Sambil Merokok dan Diduga Konsumsi Miras
-
Bukan Hanya Mudik! Inilah Sederet Tradisi Idul Fitri Paling Unik di Indonesia
-
5 Contoh Sambutan Halal Bihalal RT Lebaran 2026: Singkat, Sopan, dan Menyentuh Hati
-
Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT