- Kemenko Kumham Imipas memantau pelayanan publik berjalan optimal di berbagai wilayah saat libur Idulfitri.
- Pemantauan melibatkan pimpinan madya dan staf khusus di lapas dan imigrasi Jawa, Bali, serta DKI Jakarta.
- Beberapa lapas memberikan remisi khusus, layanan kunjungan ketat, dan sosialisasi regulasi KUHP terbaru.
Selain memastikan kesiapan fasilitas layanan seperti area parkir, ruang tunggu, loket pendaftaran, hingga ruang penggeledahan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas terhadap regulasi terbaru.
Sementara itu di area Jakarta sendiri, seperti di Lapas Kelas I Cipinang, juga terpantau kesiapan pelayanan publik pada masa WFA.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa pelayanan tetap berjalan baik, sesuai dengan SOP, serta didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi peningkatan kunjungan selama Idulfitri.
Di wilayah Banten, di Lapas Kelas IIA Cilegon, pelayanan tetap berjalan normal tanpa penerapan WFA. Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan keluarga pada Idulfitri, layanan kunjungan dijadwalkan selama tiga hari dengan pengaturan waktu kunjungan yang tertib.
Lapas Cilegon juga menyelenggarakan program pembinaan kerohanian melalui kegiatan Pesantren Kilat bekerja sama dengan Kementerian Agama sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual warga binaan.
“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan publik seperti area pendaftaran, ruang tunggu, dan ruang kunjungan telah dipersiapkan dengan baik,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Terminal Terpadu Pulo Gebang
-
Viral! Sekelompok Wanita Diduga Rayakan Lebaran Sambil Merokok dan Diduga Konsumsi Miras
-
Bukan Hanya Mudik! Inilah Sederet Tradisi Idul Fitri Paling Unik di Indonesia
-
5 Contoh Sambutan Halal Bihalal RT Lebaran 2026: Singkat, Sopan, dan Menyentuh Hati
-
Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK