-
Iran membantah keras klaim Donald Trump mengenai dialog damai produktif antara kedua negara.
-
Trump menunda serangan infrastruktur energi Iran selama lima hari demi kelanjutan proses negosiasi.
-
Konflik regional telah menewaskan ribuan orang termasuk pemimpin tertinggi Iran di akhir Februari.
Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi menepis kabar mengenai adanya komunikasi diplomatik dengan pihak Amerika Serikat di tengah perang.
Langkah ini diambil guna merespons pernyataan sepihak yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Trump sebelumnya mengklaim telah terjalin interaksi yang membuahkan hasil positif antara kedua negara tersebut.
Namun, media lokal Mehr melaporkan bahwa otoritas Iran menegaskan tidak ada dialog yang berlangsung.
Ketidaksepakatan informasi ini memicu tanda tanya besar di tengah situasi geopolitik yang sedang bergejolak.
Sumber internal Iran menilai narasi yang dibangun Trump hanyalah sebuah manuver politik tertentu.
Pernyataan tersebut dianggap sebagai strategi untuk memanipulasi fluktuasi harga energi di pasar internasional.
Selain itu, Teheran menduga Washington sedang berusaha mendapatkan ruang untuk mematangkan strategi militer mereka.
Meski demikian, pihak Iran tidak menutup mata terhadap bantuan dari negara-negara di kawasan.
Baca Juga: Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
Berbagai inisiatif dari negara tetangga memang muncul untuk mencoba mendinginkan suhu politik yang panas.
Iran menegaskan posisi mereka sebagai pihak yang tidak memicu awal mula terjadinya konflik.
"Kami bukanlah pihak yang memulai perang ini, dan semua tuntutan tersebut harus diarahkan ke Washington," tambah sumber tersebut.
Pihak Iran merasa bahwa tekanan internasional seharusnya diberikan kepada Amerika Serikat sebagai aktor utama.
Di sisi lain, Trump menyatakan telah mengambil kebijakan untuk menangguhkan operasi militer tertentu.
Penundaan serangan terhadap fasilitas energi Iran direncanakan akan berlaku selama lima hari ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran