-
Iran membantah keras klaim Donald Trump mengenai dialog damai produktif antara kedua negara.
-
Trump menunda serangan infrastruktur energi Iran selama lima hari demi kelanjutan proses negosiasi.
-
Konflik regional telah menewaskan ribuan orang termasuk pemimpin tertinggi Iran di akhir Februari.
Presiden AS tersebut mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam komunikasi yang dilakukan selama 48 jam.
"Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah," kata Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Keyakinan Trump didasarkan pada kualitas materi diskusi yang diklaimnya berlangsung secara mendalam dan konstruktif.
Trump menambahkan bahwa berdasarkan "nada dan isi percakapan mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu," dia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Instruksi ini disebutnya sangat bergantung pada hasil dari pertemuan-pertemuan yang sedang diupayakan selanjutnya.
Situasi di kawasan Timur Tengah sendiri terus memburuk sejak akhir Februari tahun 2026.
Serangan terkoordinasi antara AS dan Israel telah memicu gelombang kekerasan yang cukup besar.
Tercatat lebih dari 1.340 individu kehilangan nyawa akibat operasi militer gabungan yang dilancarkan tersebut.
Salah satu korban yang dikonfirmasi dalam serangan itu adalah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Baca Juga: Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
Kematian tokoh penting ini semakin memicu kemarahan dan aksi balasan dari pihak Teheran.
Teheran merespons agresi tersebut dengan meluncurkan berbagai teknologi persenjataan udara ke beberapa negara.
Drone dan rudal diarahkan ke wilayah Israel serta negara-negara tetangga seperti Irak dan Yordania.
Negara-negara Teluk yang menjadi markas aset militer Amerika Serikat juga tidak luput dari sasaran.
Aksi saling balas ini mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur vital di berbagai titik strategis.
Selain kerugian fisik, dampak ekonomi juga dirasakan melalui gangguan jadwal penerbangan dan stabilitas pasar.
Kesenjangan informasi antara klaim produktif Trump dan bantahan keras Iran menciptakan ketidakpastian global.
Dunia internasional kini menanti apakah gencatan senjata sementara ini akan benar-benar terwujud nyata.
Tanpa adanya pengakuan dari kedua belah pihak, risiko bentrokan fisik tetap berada di level tinggi.
Pasar energi masih diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi seiring dengan ketidakjelasan dialog damai ini.
Hingga saat ini, Washington dan Teheran masih berada pada posisi yang saling bertolak belakang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer