News / Internasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:39 WIB
Mohammad Bagher Ghalibaf (ICANA)
Baca 10 detik
  • Donald Trump mengklaim dialog produktif dengan Iran guna mengakhiri konflik di Timur Tengah.

  • Mohammad Bagher Ghalibaf disebut sebagai pemimpin de facto Iran yang bernegosiasi dengan Amerika.

  • Pihak Iran membantah adanya negosiasi dan menyebut klaim Washington sebagai manipulasi pasar minyak.

Suara.com - Ketegangan bersenjata yang melibatkan Iran dalam tiga minggu terakhir mendadak memasuki fase yang tidak terduga.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan adanya komunikasi intensif dengan pihak Teheran pada 23 Maret 2026.

Klaim ini muncul setelah tewasnya Ali Khamenei yang memicu ketidakpastian kepemimpinan di negara para mullah tersebut.

Washington menyatakan bahwa pembicaraan tersebut bertujuan untuk menghentikan permusuhan total yang sedang membakar kawasan Timur Tengah.

Pernyataan damai ini sangat kontras dengan gertakan yang dilontarkan Trump hanya sehari sebelumnya pada 22 Maret.

Kala itu Washington memberikan ancaman akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik di seluruh penjuru Iran.

Ultimatum tersebut memberikan batas waktu 48 jam bagi Teheran untuk tunduk sebelum serangan udara diluncurkan.

Namun fokus publik kini beralih pada sosok yang menjadi lawan bicara Amerika Serikat dalam negosiasi rahasia itu.

Sebab putra mendiang Ali Khamenei yakni Mojtaba Khamenei belum menampakkan diri ke hadapan publik dunia.

Baca Juga: Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Sosok Pemimpin De Facto yang Misterius

Donald Trump sendiri memberikan isyarat bahwa dirinya tidak berkomunikasi dengan sang ahli waris takhta tersebut.

"Kami belum mendengar kabar dari putranya (Khamenei)," ujar Trump.

Gedung Putih justru memberikan pujian kepada sosok misterius yang disebut sebagai pemimpin paling berwibawa di sana.

"Kami berhadapan dengan seorang pria yang saya yakini sebagai sosok paling dihormati dan seorang pemimpin," kata Trump kepada wartawan di Palm Beach, Florida.

Media internasional mulai berspekulasi bahwa orang kuat yang dimaksud adalah Ketua Parlemen Iran saat ini.

Load More