-
Amerika Serikat memerintahkan pengerahan ribuan pasukan militer menuju kawasan konflik di Timur Tengah.
-
Pentagon mempertimbangkan opsi operasi darat ke Iran meski keputusan akhir belum ditetapkan resmi.
-
Pakistan bertindak sebagai mediator diplomatik antara AS dan Iran guna menghentikan perang tersebut.
Suara.com - Ketegangan perang di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru yang melibatkan pergerakan besar militer Amerika Serikat.
Mayor Jenderal Brandon Tegtmeier selaku Komandan Divisi Lintas Udara ke-82 kini telah mendapatkan instruksi khusus.
Instruksi tersebut adalah perintah untuk segera bergerak menuju wilayah Timur Tengah bersama jajaran staf markasnya.
Kabar mengenai pergeseran kekuatan militer ini pertama kali disiarkan oleh laporan media Fox News pada Selasa.
Langkah ini menandakan keseriusan Washington dalam menyikapi dinamika keamanan yang terus memanas di wilayah tersebut.
Pentagon saat ini dilaporkan sedang mengkaji opsi pengiriman personel tambahan dalam jumlah yang cukup signifikan.
Kajian internal Departemen Pertahanan AS ini berkaitan erat dengan potensi pelaksanaan operasi militer darat di wilayah Iran.
Namun hingga saat ini otoritas tertinggi di Amerika Serikat belum mengetok palu terkait keputusan akhir invasi tersebut.
The Wall Street Journal menyebutkan bahwa para pejabat masih mempertimbangkan segala risiko dari pengerahan pasukan darat ini.
Baca Juga: Serangan Balik, Iran Hujan Rudal Israel Hingga 12 Orang Tewas
Estimasi kekuatan yang akan dikerahkan mencakup satu tim tempur brigade dengan total sekitar 3.000 tentara.
Rencana detail mengenai skenario militer ini sebenarnya sudah mulai dipersiapkan sejak beberapa hari yang lalu.
Pihak Pentagon telah menyusun draf komprehensif agar Presiden Donald Trump memiliki berbagai pilihan tindakan di medan tempur.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas eskalasi konflik yang tidak kunjung mereda di jantung Timur Tengah.
Konfrontasi fisik secara terbuka antara pihak-pihak yang bertikai telah terjadi sejak akhir bulan Februari yang lalu.
Serangan terpadu yang dilancarkan AS dan Israel menyasar titik-titik vital di Teheran dan sekitarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien