- KPAI mengingatkan risiko kelelahan fisik dan tekanan mental pada anak terkait kembalinya rutinitas sekolah pasca libur panjang.
- Wakil Ketua KPAI menekankan perlunya koordinasi matang antara orang tua dan institusi pendidikan mengenai persiapan anak.
- Persiapan perjalanan arus balik yang tidak terencana baik berpotensi menyebabkan kelelahan signifikan yang memengaruhi kesiapan psikologis siswa.
Suara.com - Masa libur panjang Lebaran segera berakhir, menandai kembalinya anak-anak ke rutinitas sekolah maupun pesantren.
Namun, di balik arus balik yang masih berlangsung, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan adanya risiko yang kerap luput, mulai dari kelelahan hingga tekanan mental pada anak.
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menilai persiapan kembali ke sekolah tidak bisa hanya dilihat sebagai urusan teknis, tetapi membutuhkan koordinasi antara orang tua, anak, dan institusi pendidikan.
Ia menyoroti kondisi keluarga yang masih berada di kampung halaman hingga mendekati akhir libur.
Menurutnya, perjalanan arus balik yang tidak direncanakan dengan baik berpotensi berdampak langsung pada kondisi anak.
“Bagi mereka yang menggunakan masa liburan hingga hari terakhir, persiapan matang untuk perjalanan arus balik sangatlah krusial. Pengaturan jadwal dan rute kepulangan harus dikelola dengan baik agar tidak melelahkan,” kata Jasra dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Kelelahan akibat perjalanan panjang, lanjut dia, tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memengaruhi kesiapan mental anak saat kembali ke sekolah.
“Faktor kelelahan pasca perjalanan panjang tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga secara signifikan memengaruhi kondisi psikologis dan mental anak saat dihadapkan kembali pada rutinitas belajar,” ujarnya.
KPAI juga menyoroti potensi kepadatan arus balik, terutama bagi masyarakat yang menggunakan jalur darat. Jasra mengingatkan pentingnya mematuhi arahan petugas di lapangan untuk menghindari kelelahan berlebih, khususnya bagi anak-anak.
Baca Juga: PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya
Di sisi lain, ia menilai penyelenggaraan mudik tahun ini relatif berjalan baik, meski tetap ada potensi penumpukan kendaraan di hari-hari terakhir libur yang perlu diantisipasi.
Berita Terkait
-
PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya
-
Sampai Kapan ASN WFA setelah Libur Lebaran 2026? Ini Aturan Lengkapnya!
-
Cara Atur Jadwal Puasa Syawal dan Qadha agar Selesai Sebelum Masuk Bulan Dzulqa'dah, Wajib Catat
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Catat Jadwal, Asal-usul, dan Makna Filosofisnya di Sini
-
Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Niat Qadha Ramadan? Ini Penjelasan Ulama
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong
-
Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah
-
4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya
-
Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi
-
Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya
-
Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?
-
Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya