News / Nasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 16:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Pertemuan itu digelar berkat komunikasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. [ANTARA/Instagram/@prabowo/aa]
Baca 10 detik
  • Pertemuan Megawati dan Prabowo di Istana Merdeka pada 19 Maret dimediasi oleh Sufmi Dasco Ahmad sebagai aktor intelektual utama.
  • Manuver Dasco dinilai sebagai diplomasi elite strategis untuk merespons tantangan geopolitik dan menstabilkan politik dalam negeri.
  • Aksi ini bertujuan mengatasi sekat politik dan sejarah panjang kedua tokoh demi kepentingan persatuan nasional yang lebih besar.

Suara.com - Di balik pertemuan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, jelang Idul Fitri 1447H, terdapat nama Sufmi Dasco Ahmad yang mencuat sebagai aktor intelektual.

Dasco, sebagai Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, disebut sebagai "jembatan" komunikasi dan pertemuan yang digelar hari Kamis 19 Maret itu.

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni politik biasa. Di mata publik, kehadiran Megawati di Istana untuk menemui Prabowo membawa pesan kuat tentang pentingnya persatuan nasional.

Langkah ini dinilai sebagai respons strategis terhadap berbagai tantangan global yang mulai berdampak pada stabilitas dalam negeri.

Namun, yang menarik perhatian para analis adalah bagaimana proses di balik layar yang melibatkan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, sebagai motor penggerak utama.

Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Istana Negara, Kamis (19/3/2026). [Instagram/Prabowo]

Peran Strategis Dasco dalam Menembus Sekat Politik

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, memberikan sorotan khusus terhadap manuver yang dilakukan oleh Dasco.

Menurutnya, keberhasilan mempertemukan dua pemimpin dengan basis massa besar dan sejarah politik yang panjang merupakan bukti kematangan diplomasi elite.

Amir menilai bahwa Dasco telah menunjukkan kualitas sebagai politisi yang mampu menempatkan kepentingan negara di atas segalanya.

Baca Juga: Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel

“Dasco sebagai arsitek pertemuan itu, menunjukkan ada kematangan kesadaran geopolitik. Pertemuan itu mempunyai arti penting dalam politik nasional, saat situasi internasional memanas," kata Amir Hamzah, Rabu (25/3/2026).

Lebih lanjut, posisi Dasco yang berada di lingkar utama kekuasaan sekaligus memiliki akses komunikasi yang cair ke berbagai faksi politik, menjadikannya figur "penyambung lidah" yang efektif.

Kemampuan Dasco dalam menjembatani komunikasi lintas kepentingan politik, dinilai krusial untuk menembus sekat-sekat yang selama ini dianggap menghambat proses rekonsiliasi nasional pasca-kontestasi politik.

Operasi Stabilisasi Politik di Tengah Gejolak Global

Pertemuan Megawati dan Prabowo di Istana Merdeka tidak bisa dilepaskan dari konteks geopolitik saat ini.

Amir Hamzah melihat momen ini sebagai bagian dari strategi intelijen tingkat tinggi untuk menjaga ketahanan nasional.

Load More