News / Nasional
Kamis, 26 Maret 2026 | 13:54 WIB
Ilustrasi motor listrik. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Celios dukung konversi motor listrik demi efisiensi energi dan ekonomi lokal.
  • Pemerintah bentuk Satgas percepatan konversi seratus dua puluh juta motor listrik.
  • Bhima Yudhistira usulkan insentif pajak guna percepat adopsi motor listrik nasional.

Suara.com - Lembaga kajian ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai program konversi motor listrik yang tengah digulirkan pemerintah mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lokal.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa kebijakan ini memberikan manfaat ganda, baik dari sisi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun penguatan sektor usaha kecil. Menurut Bhima, peralihan dari motor berbahan bakar fosil ke listrik secara langsung akan memperbaiki kualitas lingkungan.

“Selain menekan penggunaan BBM, tingkat kebisingan akan turun drastis, disertai dengan penurunan polutan hasil gas buang,” ujar Bhima di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Bhima menjelaskan bahwa dampak berganda ekonomi akan semakin terasa jika pemerintah turut melibatkan bengkel-bengkel alternatif di tingkat daerah, bukan hanya bergantung pada bengkel resmi atau pemegang merek (ATPM).

“Bengkel di pedesaan bisa diberikan pelatihan dan disediakan paket konversi motor listrik agar ekonomi lokal ikut bergerak,” tambahnya.

Pendekatan ini, menurut Bhima, pernah sukses diterapkan oleh pemerintah Prancis. Langkah tersebut terbukti mampu memperluas partisipasi pelaku usaha kecil sekaligus mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan secara masif.

Guna mendorong minat masyarakat, Bhima menekankan pentingnya edukasi dan pemberian insentif yang nyata. Beberapa insentif yang diusulkan meliputi pembebasan opsen bagi motor hasil konversi serta penggratisan biaya perpanjangan pelat nomor.

Selain itu, ia menyarankan pembebasan biaya balik nama bagi pasar motor listrik bekas hasil konversi untuk memperluas jangkauan pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa pemerintah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi. Satgas ini bertugas mempercepat implementasi konversi kendaraan bermotor konvensional yang jumlahnya mencapai 120 juta unit menjadi motor listrik.

Baca Juga: Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

“Bapak Presiden membentuk tim Satgas untuk melakukan percepatan ini. Saya diberikan tugas sebagai Ketua Satgas untuk menjalankan dan menerjemahkan arahan tersebut secara cepat,” kata Bahlil usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Presiden Prabowo menargetkan implementasi program konversi nasional ini dapat berjalan maksimal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun, atau bahkan terealisasi lebih cepat dari jadwal semula. (Antara)

Load More