- Celios dukung konversi motor listrik demi efisiensi energi dan ekonomi lokal.
- Pemerintah bentuk Satgas percepatan konversi seratus dua puluh juta motor listrik.
- Bhima Yudhistira usulkan insentif pajak guna percepat adopsi motor listrik nasional.
Suara.com - Lembaga kajian ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai program konversi motor listrik yang tengah digulirkan pemerintah mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa kebijakan ini memberikan manfaat ganda, baik dari sisi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun penguatan sektor usaha kecil. Menurut Bhima, peralihan dari motor berbahan bakar fosil ke listrik secara langsung akan memperbaiki kualitas lingkungan.
“Selain menekan penggunaan BBM, tingkat kebisingan akan turun drastis, disertai dengan penurunan polutan hasil gas buang,” ujar Bhima di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Bhima menjelaskan bahwa dampak berganda ekonomi akan semakin terasa jika pemerintah turut melibatkan bengkel-bengkel alternatif di tingkat daerah, bukan hanya bergantung pada bengkel resmi atau pemegang merek (ATPM).
“Bengkel di pedesaan bisa diberikan pelatihan dan disediakan paket konversi motor listrik agar ekonomi lokal ikut bergerak,” tambahnya.
Pendekatan ini, menurut Bhima, pernah sukses diterapkan oleh pemerintah Prancis. Langkah tersebut terbukti mampu memperluas partisipasi pelaku usaha kecil sekaligus mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan secara masif.
Guna mendorong minat masyarakat, Bhima menekankan pentingnya edukasi dan pemberian insentif yang nyata. Beberapa insentif yang diusulkan meliputi pembebasan opsen bagi motor hasil konversi serta penggratisan biaya perpanjangan pelat nomor.
Selain itu, ia menyarankan pembebasan biaya balik nama bagi pasar motor listrik bekas hasil konversi untuk memperluas jangkauan pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa pemerintah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi. Satgas ini bertugas mempercepat implementasi konversi kendaraan bermotor konvensional yang jumlahnya mencapai 120 juta unit menjadi motor listrik.
Baca Juga: Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
“Bapak Presiden membentuk tim Satgas untuk melakukan percepatan ini. Saya diberikan tugas sebagai Ketua Satgas untuk menjalankan dan menerjemahkan arahan tersebut secara cepat,” kata Bahlil usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Presiden Prabowo menargetkan implementasi program konversi nasional ini dapat berjalan maksimal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun, atau bahkan terealisasi lebih cepat dari jadwal semula. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai