News / Internasional
Kamis, 26 Maret 2026 | 16:21 WIB
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengungkapkan negaranya sedang berdiskusi dengan FIFA terkait kemungkinan Iran memainkan laga Piala Dunia di Meksiko. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mempertahankan penerimaan tenaga medis Kuba meski ada tekanan kuat dari Amerika Serikat.
  • Keputusan Meksiko ini bertujuan strategis mengatasi kekurangan dokter di daerah terpencil Meksiko sejak tahun 2022.
  • Amerika Serikat menuduh program medis Kuba sebagai eksploitasi dan mengancam sanksi bagi negara yang tetap bekerja sama.

Suara.com - Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan negaranya akan terus menerima tenaga medis dari Kuba meski mendapat tekanan kuat dari Presiden AS, Donald Trump.

Menurut Sheinbaum, keputusan tersebut sebagai langkah strategis demi menjaga layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil.

Dalam konferensi pers di Mexico City, Sheinbaum memuji kontribusi dokter Kuba yang telah bekerja sejak 2022.

“Kami memiliki perjanjian yang sangat baik dan ini sangat membantu kami,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.

Sheinbaum menekankan bahwa kerja sama bilateral tersebut memberi manfaat nyata bagi Meksiko.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (kanan) tengah berbincang dengan Presiden AS Donald Trump (kiri). [JNS.org]

“Sulit mendapatkan dokter dan spesialis Meksiko untuk bertugas di daerah pedesaan, sementara dokter Kuba bersedia bekerja di sana,” kata Sheinbaum.

Langkah Meksiko ini berseberangan dengan kebijakan Amerika Serikat yang ingin memutus program medis Kuba di berbagai negara.

Washington bahkan membuka peluang sanksi bagi negara yang tetap menjalin kerja sama tersebut.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menuding program itu sebagai bentuk eksploitasi.

Baca Juga: Isi Lengkap 15 Poin Damai Donald Trump kepada Iran, Teheran Balas Seperti ini

“Pada dasarnya ini adalah perdagangan manusia,” ujarnya.

Rubio juga mengklaim tenaga medis Kuba tidak mendapatkan bayaran layak dan kebebasan mereka dibatasi.

“Pergerakan mereka dikontrol ketat, dan negara-negara harus sadar apa yang mereka dukung,” tegasnya.

Di sisi lain, Kuba membela program ini sebagai bentuk solidaritas internasional sekaligus sumber pemasukan penting.

Negara itu telah lama mengirim tenaga medis ke berbagai belahan dunia, terutama wilayah dengan akses kesehatan terbatas.

Tekanan AS terhadap Kuba meningkat sejak pemerintahan Donald Trump kembali berkuasa. Washington mendorong isolasi ekonomi lebih jauh, termasuk ancaman tarif terhadap mitra dagang Kuba.

Load More