- Amerika Serikat menantikan respons Iran terhadap rencana pertemuan damai tingkat tinggi meskipun konflik sedang meningkat panas.
- Israel sangat khawatir kesepakatan yang dicapai antara AS dan Iran tidak akan menguntungkan kepentingannya.
- AS telah menyiapkan proposal berisi 15 poin untuk mengakhiri perang, sementara negara seperti Pakistan menjadi mediator.
Suara.com - Amerika Serikat masih menunggu respons Iran terkait rencana pertemuan damai tingkat tinggi di tengah konflik yang terus memanas.
Di saat bersamaan, Israel memantau dengan waspada, khawatir kesepakatan yang dicapai tidak sesuai kepentingannya.
Presiden AS Donald Trump disebut ingin segera mengakhiri perang.
“Kami berbicara dengan orang yang tepat, dan mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” ujarnya di Gedung Putih seperti dilansir dari Axios.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran.
Teheran mengakui menerima pesan dan proposal dari Washington, tetapi menegaskan belum ada negosiasi resmi yang berlangsung.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan khawatir Trump akan menyepakati perjanjian yang terlalu lunak.
Sumber Israel menyebut ada kekhawatiran bahwa kesepakatan itu akan membatasi kemampuan Israel untuk terus menyerang Iran.
AS bahkan telah menyiapkan proposal 15 poin untuk mengakhiri perang dan membagikannya ke Israel.
Baca Juga: Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911
Dalam dokumen itu, Iran disebut diminta menghentikan pengayaan uranium, membatasi rudal balistik, serta mengurangi dukungan terhadap kelompok proksi.
Utusan AS Steve Witkoff mengklaim Iran telah menyetujui beberapa poin penting, termasuk menyerahkan stok uranium yang diperkaya tinggi.
Namun hingga kini, belum ada bukti jelas atau konfirmasi dari pihak berwenang di Teheran.
Situasi semakin rumit karena kondisi internal Iran disebut tidak stabil.
Bahkan, laporan menyebut komunikasi di dalam pemerintahan terganggu, termasuk ketidakjelasan peran pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei dalam pengambilan keputusan.
Sejumlah negara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir turut menjadi mediator.
Pakistan bahkan menyatakan siap dan terhormat menjadi tuan rumah perundingan jika kedua pihak setuju.
Di tengah upaya diplomasi, AS tetap menyiapkan opsi militer.
Ribuan pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 dilaporkan bersiap dikerahkan ke Timur Tengah sebagai langkah antisipasi eskalasi.
Berita Terkait
-
Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911
-
Abaikan Perintah Donald Trump, Presiden Meksiko Tetap Lakukan Hal Ini untuk Kuba
-
Isi Lengkap 15 Poin Damai Donald Trump kepada Iran, Teheran Balas Seperti ini
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
-
Netanyahu Sentil Trump soal Iran, Hubungan AS-Israel Memanas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela
-
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar
-
Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru
-
Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik
-
No Ribet, SPayLater SatSet Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026 untuk Layani Kenyamanan Pengunjung
-
Status JC Ditolak, DPR Minta LPSK Tak Beri Perlindungan Sony Sanjaya
-
Pramono Anung ke Jajaran: Tertibkan Parkir Liar Harus Tegas, Tapi Jangan Berlebihan!
-
Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat