- Sarah Mullally resmi dilantik sebagai Uskup Agung Canterbury perempuan pertama pada Rabu (26/3/2026) di Canterbury Cathedral.
- Mullally menyerukan perdamaian global di wilayah konflik serta berkomitmen pada keadilan dan kebenaran dalam pelayanannya.
- Pelantikan bersejarah ini menunjukkan tantangan internal gereja serta ketegangan antara faksi progresif dan konservatif Anglikan.
Uskup Philip Mounstephen menyebut momen ini sebagai tonggak penting.
“Ini menandakan perubahan besar dalam kehidupan gereja,” katanya.
Namun, kepemimpinan Mullally tidak lepas dari tantangan.
Penunjukannya sempat dikritik kelompok konservatif seperti Global Anglican Future Conference yang menolak kepemimpinan perempuan dan isu pemberkatan sesama jenis.
Ketegangan antara kelompok progresif dan konservatif di tubuh Anglikan masih terasa. Meski begitu, Mullally menekankan pentingnya persatuan.
“Kami adalah keluarga dengan akar yang sama, meski memiliki keragaman besar,” ujarnya.
Perjalanan Mullally menuju puncak gereja terbilang unik. Mullally memulai karier sebagai perawat sebelum akhirnya beralih ke pelayanan gereja.
Lahir di Woking, Inggris, pada 26 Maret 1962, Mullally sempat menjabat Chief Nursing Officer Inggris pada 1999.
Mullally bahkan menjadi orang termuda yang memegang posisi tersebut, sebelum memutuskan fokus penuh pada pelayanan gereja pada 2004.
Baca Juga: Kardinal Suharyo Soroti Kerusakan Hutan: Negara Kaya Merusak, Rakyat Miskin Menanggung
Karier gerejanya berkembang pesat sejak ditahbiskan sebagai imam pada 2002.
Mullally kemudian menjadi Uskup Crediton pada 2015 dan mencetak sejarah lagi sebagai Uskup London perempuan pertama pada 2018.
Pada 2026, Mullally resmi menggantikan Justin Welby sebagai Uskup Agung Canterbury.
Dengan jabatan itu, Mullally juga otomatis menjadi anggota House of Lords Inggris sebagai Lord Spiritual.
Mullally dikenal memiliki pandangan inklusif, termasuk dalam isu LGBT dan peran perempuan di gereja.
Meski demikian, Mullally tetap berupaya menjaga keseimbangan di tengah perbedaan tajam antara kelompok progresif dan konservatif.
Berita Terkait
-
Kardinal Suharyo Soroti Kerusakan Hutan: Negara Kaya Merusak, Rakyat Miskin Menanggung
-
Uskup Agung Katedral: Gereja Harus Berani Bersuara Soal Persoalan Bangsa
-
Pesan Natal Uskup Agung: Rawat Alam, Jangan Biarkan Rakyat Jadi Korban
-
Meghan Markle Bikin Geram Pangeran William: Video di Terowongan Diana Jadi Sorotan!
-
Sepupu Pangeran William Ditemukan Tewas dengan Senjata Api di Sampingnya
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Bantah Sembunyi-sembunyi Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Begini Penjelasan KPK
-
Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini
-
Iran Tutup Laut Merah Bila Tentara AS-Israel Menyerbu, Pasokan Minyak Dunia Putus Total
-
AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
-
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras TNI: Bukan Revitalisasi, Ini Darurat Reformasi!
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Siagakan 668 Pompa dan Percepat Pengerukan Waduk
-
Sepekan Jalan Kayu Mas Utara Ambles, Warga Pulogadung Waswas Menanti Perbaikan
-
Mahfud MD Sebut KPK Pintar dan Cerdik Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Usut Pelecehan Seksual Juri Tahfidz TV Syekh AM, Komisi III DPR Bakal Panggil Korban ke Parlemen
-
Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan