-
Konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
-
Sejumlah jenderal besar IRGC dan menteri pertahanan gugur dalam serangan udara di Teheran.
-
Struktur komando militer dan intelijen Iran lumpuh akibat kehilangan banyak pejabat tinggi negara.
Menteri intelijen Iran, Esmail Khatib, tewas dalam serangan Israel pada 18 Maret yang menyasar pusat koordinasi.
Khatib merupakan ulama garis keras yang memiliki kedekatan khusus dengan mendiang Pemimpin Tertinggi sejak lama.
Selain Khatib, Ali Shamkhani yang menjabat sebagai penasihat keamanan utama juga dilaporkan telah mengembuskan napas terakhir.
Shamkhani tewas di Teheran setelah sebelumnya sempat lolos dari maut pada insiden peperangan bulan Juni lalu.
Kekuatan darat dan komando utama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengalami guncangan yang hebat.
Panglima tertinggi IRGC, Mohammad Pakpour, tewas dalam serangan 28 Februari di Teheran saat menjalankan tugasnya.
Pakpour baru saja menjabat posisi tersebut setelah komandan sebelumnya juga gugur dalam medan pertempuran sebelumnya.
Di saat yang bersamaan, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh juga dilaporkan tewas dalam operasi serangan udara yang sama.
Nasirzadeh merupakan perwira angkatan udara yang sangat diandalkan dalam menyusun strategi pertahanan udara nasional Iran.
Baca Juga: Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya
Lini komando pasukan konvensional Iran pun mengalami kehilangan besar dengan tewasnya pimpinan staf angkatan bersenjata.
Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, tewas saat rapat kepemimpinan senior di Teheran pada 28 Februari.
Tugas berat Mousavi dalam mengoordinasikan seluruh cabang militer kini terhenti akibat serangan mematikan tersebut.
Kekuatan paramiliter Basij pun kehilangan kendali setelah Gholamreza Soleimani dilaporkan tewas pada pertengahan Maret lalu.
Soleimani memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas keamanan internal dan penegakan hukum di wilayah kedaulatan Iran.
Serangan Israel juga menyasar komandan yang mengendalikan wilayah perairan vital di sekitar Teluk Persia.
Kepala intelijen angkatan laut IRGC, Behnam Rezaei, tewas dalam serangan di Bandar Abbas pada 26 Maret.
Rezaei memiliki tanggung jawab besar dalam memetakan kekuatan militer negara-negara tetangga di kawasan sekitar Iran.
Tak berselang lama, pimpinan tertinggi Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, juga dikabarkan meninggal dunia secara tragis.
Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, meninggal dunia karena luka dari serangan di Bandar Abbas pada 26 Maret.
Tangsiri dikenal sebagai sosok yang sangat tegas dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Iran sejak tahun 2018.
Ia merupakan arsitek di balik sistem kontrol cerdas yang diterapkan di wilayah perlintasan Selat Hormuz yang sempit.
Wilayah tersebut merupakan jalur distribusi minyak dunia yang sangat vital bagi stabilitas ekonomi global secara keseluruhan.
Hingga kini, publik masih menanti langkah balasan yang akan diambil oleh sisa kepemimpinan militer Iran di Teheran.
Dunia internasional terus memantau apakah eskalasi ini akan memicu perang terbuka yang jauh lebih luas lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis
-
Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela
-
Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam
-
China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun
-
Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban