-
Korea Selatan siapkan Rp290 triliun untuk bantuan tunai dan subsidi energi masyarakat.
-
Dana diambil dari keuntungan pajak sektor semikonduktor tanpa menerbitkan utang baru.
-
Sebanyak 35,8 juta warga akan menerima bantuan tunai untuk hadapi inflasi.
Suara.com - Pemerintah Korea Selatan baru saja merumuskan langkah besar dengan mengajukan dana tambahan sebesar 26,2 triliun won.
Nilai fantastis yang setara dengan Rp290 triliun ini disiapkan untuk meredam guncangan ekonomi akibat konflik global.
Fokus utama dari kebijakan ini adalah melindungi daya beli masyarakat dari lonjakan harga bahan bakar minyak yang tidak terkendali.
Ketegangan yang terus memanas di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama munculnya kebijakan darurat finansial ini.
Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas ekonomi dalam negeri tetap terjaga di tengah ketidakpastian situasi internasional.
"Gelombang besar krisis dengan cepat mendekati perekonomian kami, didorong oleh peningkatan tajam tentang ketidakpastian di dalam dan luar negeri akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah," kata Menteri Perencanaan dan Anggaran Korsel Park Hong-keun pada Selasa.
Kabinet telah memberikan lampu hijau terhadap usulan yang menitikberatkan pada tiga sektor krusial bagi ketahanan nasional.
Prioritas pertama adalah merespons harga minyak yang melambung tinggi demi menjaga kelangsungan hidup warga sipil.
Selain itu, pemerintah berkomitmen meminimalkan potensi kerugian industri sekaligus memperkuat rantai pasok dalam negeri.
Baca Juga: Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T
Penyebab utama gejolak ini adalah penutupan akses di Selat Hormuz yang menghambat distribusi energi dunia.
Gangguan pasokan ini bermula sejak aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Kondisi tersebut sangat memukul Korea Selatan yang selama ini sangat bergantung pada sumber energi impor.
Menteri Hong-keun menambahkan bahwa harga minyak tinggi dan inflasi memberikan beban lebih berat kepada kelompok rentan, termasuk pemilik usaha kecil dan generasi muda di Korea Selatan.
Untuk mengatasi beban tersebut, pemerintah akan menyalurkan bantuan tunai langsung dengan total nilai Rp53,1 triliun.
Dana ini ditujukan bagi 70 persen penduduk yang masuk dalam kategori kelompok berpenghasilan paling rendah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati Roboh Diterjang Gunungan Sampah, Warga: Takut Ambruk Lagi
-
KPK Periksa Pengusaha Rokok Jatim Martinus Suparman dalam Kasus Suap Bea Cukai
-
Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?
-
ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Dampak Efisiensi Anggaran
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Harga BBM Amerika Meroket, Rakyat Mulai Ngamuk ke Donald Trump: karena Perang Bodoh!
-
Adopsi Strategi Mao Zedong, Rahasia 'Pertahanan Mosaik' Iran yang Bikin AS-Israel Pusing
-
Drone Iran Hancurkan Pangkalan Pilot Militer AS di Saudi, Hantam 200 Personel
-
KPK Cecar Legal Lippo Cikarang Soal Pembelian Rumah Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara
-
Donald Trump Ngamuk-ngamuk ke Benjamin Netanyahu Usai Israel Serang Iran ke Daerah Ini