Suara.com - Beberapa hari terakhir, berbagai kota besar di Amerika Serikat hingga mancanegara diramaikan oleh gelombang demonstrasi besar-besaran.
Mengusung slogan "No Kings" (Tidak Ada Raja), jutaan warga turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Gerakan ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan sebuah mobilisasi nasional yang menyoroti pergeseran gaya kepemimpinan di AS yang dinilai semakin menjauh dari nilai demokrasi.
Apa Sebenarnya Arti "No Kings"?
Secara harfiah, "No Kings" berarti "Tidak Ada Raja". Istilah ini digunakan sebagai pengingat bahwa Amerika Serikat didirikan sebagai negara republik yang dipimpin oleh presiden pilihan rakyat, bukan oleh seorang raja, diktator, atau tiran yang memiliki kekuasaan mutlak.
Gerakan ini pertama kali mencuat pada Juni 2025 sebagai bentuk perlawanan damai. Para demonstran merasa bahwa tindakan Donald Trump selama menjabat lebih mencerminkan perilaku seorang penguasa otoriter ketimbang pemimpin demokratis.
Slogan ini menegaskan bahwa di tanah Amerika, tidak ada takhta maupun mahkota, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat.
Mengapa Rakyat Amerika Marah?
Kegerahan publik yang memicu gerakan "No Kings" bermula dari akumulasi berbagai kebijakan kontroversial. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan para aktivis meliputi:
Baca Juga: Dapat Perintah dari Putin, Rusia Kirim Bala Bantuan ke Iran
- Isu Imigrasi dan Kemanusiaan: Tindakan Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) yang melakukan penangkapan dan penahanan warga sipil serta keluarga imigran tanpa surat perintah dinilai melanggar hak asasi manusia.
- Krisis Biaya Hidup: Di tengah inflasi yang mencekik, kebijakan ekonomi pemerintah dianggap lebih menguntungkan kelompok elite miliarder sementara layanan kesehatan dan pendidikan bagi rakyat kecil terus merosot.
- Kebijakan Luar Negeri dan Perang: Pengalokasian miliaran dolar dari pajak warga untuk serangan rudal di luar negeri dan keterlibatan dalam konflik bersenjata di Iran memicu kecaman luas. Masyarakat menuntut anggaran tersebut dialihkan untuk kesejahteraan domestik.
- Manipulasi Politik: Tuduhan mengenai manipulasi peta pemilihan umum (gerrymandering) untuk membungkam suara pemilih serta ancaman pengambilalihan proses pemilu dianggap sebagai serangan langsung terhadap konstitusi.
Koalisi Aktivis dan Komitmen Damai
Gerakan "No Kings" digerakkan oleh koalisi aktivis progresif yang sangat menekankan prinsip aksi tanpa kekerasan.
Meskipun melibatkan jutaan orang di lebih dari 3.000 titik aksi, termasuk di Kanada dan Meksiko, para peserta diarahkan untuk tetap mematuhi hukum.
Salah satu aturan ketat dalam aksi ini adalah larangan membawa senjata jenis apa pun, meskipun secara hukum diizinkan.
Tujuannya adalah untuk meredakan potensi konfrontasi dan menunjukkan bahwa kekuatan rakyat terletak pada persatuan suara, bukan pada kekerasan fisik.
6 Tuntutan Utama Gerakan "No Kings"
Berita Terkait
-
Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran
-
Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran
-
Ejek Donald Trump, Iran Serukan Persatuan Negara Arab untuk Usir Kekuatan AS dari Timur Tengah
-
Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'
-
Jejak Hitam Ghalibaf, Ketua DPR Iran yang Disebut Jadi Jagoan Trump
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI
-
Eks Anggota BAIS Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Operasi Liar untuk Diskreditkan Presiden
-
Polisi Klarifikasi Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Tambora: Bukan Prostitusi, Tapi Suka Sama Suka
-
Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara
-
Indonesia Menuju 300 Juta Penduduk, Siapkah Negara Menghadapinya?
-
Dasco Sebut Tak Ada Pembatasan Pembelian Pertalite dan Pertamax: Stok BBM Kita Cukup
-
Terungkap! Motif Keji Pembunuhan Mayat dalam Freezer di Bekasi, Gara-gara Tolak Ajakan Merampok
-
BGN Tegaskan 93 Persen Anggaran MBG Langsung untuk Masyarakat, Bantah Isu Dana Rp335 Triliun
-
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Polisi Belum Temukan Keterlibatan Warga Sipil
-
DPR Apresiasi Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM, Dasco: Masyarakat Jangan Panik dan Menimbun