-
Trump ancam hancurkan total fasilitas energi Iran jika kesepakatan damai tidak segera terwujud.
-
Negosiasi kemajuan diplomasi melibatkan mediator Pakistan dan Turki untuk mengakhiri konflik bersenjata regional.
-
Serangan udara gabungan menewaskan Ali Khamenei memicu restrukturisasi rezim baru Iran lebih rasional.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan adanya perkembangan positif dalam rangkaian dialog guna menghentikan konfrontasi militer.
Langkah diplomatik ini dirancang untuk menyudahi serangan kolaborasi antara pihak Washington dan Tel Aviv terhadap wilayah Iran.
Kendati melihat adanya celah damai, Trump tidak segan melayangkan peringatan keras mengenai potensi kehancuran fatal bagi Teheran.
Pemimpin Amerika tersebut menegaskan bahwa fasilitas energi vital milik Iran berada dalam bidikan militer jika solusi buntu.
Ia menekankan pentingnya hasil nyata dari meja perundingan dalam waktu yang sangat singkat bagi kedua negara.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump memberikan ultimatum yang sangat spesifik mengenai target serangan berikutnya.
Sektor ekonomi dan kelistrikan menjadi sasaran utama apabila jalur perdagangan internasional di wilayah tersebut tetap terganggu.
"Jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, meskipun kemungkinan besar akan tercapai, dan jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk urusan bisnis; maka kami akan mengakhiri sikap diam kami di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua pembangkit listrik mereka, sumur minyak, dan Pulau Kharg (dan mungkin semua pabrik desalinasi!)," tulis Trump.
Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Amerika dalam mengamankan arus logistik global di perairan strategis tersebut.
Baca Juga: Rudal Iran Hantam Fasilitas Penyimpanan Minyak Israel
Trump memberikan sinyal bahwa kesabaran pihaknya memiliki batas waktu yang sangat ketat terhadap kepemimpinan Iran.
Di balik ancaman militer yang mengerikan, Trump mencatat adanya perubahan sikap dari otoritas pemerintahan di Teheran.
Ia mengklaim bahwa saat ini sedang terjalin komunikasi yang mendalam dengan jajaran kepemimpinan Iran saat ini.
Trump menilai karakter penguasa baru di negara tersebut jauh lebih rasional dibandingkan dengan periode kepemimpinan yang sebelumnya.
Dalam sebuah wawancara dengan media Bloomberg, Trump menyatakan optimismenya bahwa pihak Iran memiliki keinginan kuat untuk berdamai.
Ia bahkan memberikan penilaian subjektif bahwa operasi militer yang selama ini berjalan memberikan hasil yang memuaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?