- Komplotan tiga warga Liberia menipu WN Korea Selatan di Meruya dengan modus black dollar, merugikan korban Rp1,6 miliar.
- Cairan "ajaib" yang diklaim mengubah kertas hitam menjadi dolar asli ternyata hanya campuran air biasa dan detergen.
- Korban terjerat mulai Agustus 2025 setelah tersangka mendemonstrasikan hasil pencucian kertas hitam menjadi uang dolar asli.
Suara.com - Kedok penipuan berskala internasional dengan modus black dollar atau dolar hitam di wilayah Meruya, Jakarta Barat, akhirnya terbongkar.
Ironisnya, cairan "ajaib" yang diklaim para pelaku mampu mengubah kertas hitam menjadi lembaran dolar asli hanyalah campuran air biasa dan detergen.
Aksi tipu-tipu ini dilakukan oleh tiga pria asal Liberia terhadap seorang warga negara Korea Selatan bernama Lee Byung Ok. Akibat tergiur investasi palsu ini, korban harus menelan kerugian fantastis hingga mencapai Rp1,6 miliar.
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol R Dwi Kennardi mengungkapkan fakta mencengangkan tersebut setelah melakukan pengecekan terhadap cairan kimia yang dijual pelaku dengan harga ribuan dolar Amerika Serikat (AS) tersebut kepada korban.
"Jadi, setelah kita lakukan pengecekan, cairan khusus tersebut adalah air putih biasa dicampur dengan detergen," ungkap Kennardi dikutip dari ANTARA, Selasa (31/3/2026).
Kennardi menjelaskan bahwa komplotan ini menggunakan teknik psikologi untuk menjerat korban.
Mereka meyakinkan Lee bahwa tumpukan kertas hitam yang mereka bawa adalah uang dolar asli yang sengaja disamarkan agar lolos dari pemeriksaan Bea Cukai.
"Terlapor menyampaikan dengan tipu muslihatnya bahwa cairan tersebut adalah cairan khusus untuk melunturkan black dollar tersebut atau uang hitam tersebut supaya menjadi dolar asli," ujarnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah membekuk dua tersangka berinisial IDK dan SDT. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Baca Juga: Nyaris Jadi Korban! Nenek 66 Tahun Ceritakan Kengerian Saat Atap Arena Padel Ambruk di Depan Mata
Jerat Kepercayaan di Meja Makan
Aksi kriminal ini bermula pada Agustus 2025. Pertemuan pertama terjadi di sebuah mal di Jakarta.
Untuk memancing rasa penasaran korban, tersangka SDT saat itu menawarkan investasi black dollar di sebuah hotel. Mereka memperlihatkan satu gepok uang asli senilai 50 dolar AS sebagai pancingan.
Strategi mereka berlanjut dengan menunjukkan tumpukan kertas hitam senilai 3.300 dolar AS.
Di depan mata korban, tersangka melakukan demonstrasi "mencuci" sebagian kertas tersebut menggunakan cairan khusus. Hasilnya, muncul rupa uang asli senilai 300 dolar AS.
Korban yang belum curiga kemudian membawa uang hasil cucian itu ke money changer. Saat dikonfirmasi bahwa uang tersebut asli, Lee pun masuk ke dalam jebakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut
-
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup