- Polda Metro Jaya mengungkap penipuan lintas negara berkedok 'black dollar' terhadap warga negara Korea Selatan.
- Dua tersangka asal Liberia, I dan DST, ditangkap di restoran Korea Selatan pada 18 Maret 2026.
- Modus kejahatan melibatkan janji penggandaan Dolar AS dengan cairan kimia yang membutuhkan modal korban.
Suara.com - Aksi tipu-tipu lintas negara terbongkar di ibu kota. Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan bermodus ‘black dollar’ yang menyasar seorang warga negara Korea Selatan.
Dalam kasus ini, dua pria asal Liberia berinisial I dan DST berhasil diringkus polisi.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengonfirmasi bahwa baik pelaku maupun korban merupakan warga negara asing (WNA).
"Yang bersangkutan (kedua tersangka) diamankan karena melakukan tindak pidana penipuan terhadap seorang warga negara asing juga, dari Korea, dengan modus black dollar," ujar Andaru kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).
Kronologi Penangkapan
Drama penangkapan ini bermula dari laporan korban ke Polres Metro Jakarta Barat pada 8 Maret 2026. Setelah melakukan serangkaian pendalaman, petugas akhirnya menciduk kedua tersangka di sebuah restoran Korea di Jakarta Selatan pada 18 Maret 2026.
"Berdasarkan keterangan korban bahwa peristiwanya sendiri terjadi antara bulan September sampai Desember 2025," jelas Andaru.
Modus yang digunakan tergolong klasik namun licin. Pelaku menjanjikan bisa menggandakan mata uang Dollar AS menggunakan cairan kimia khusus. Saat penangkapan, polisi turut menyita sebuah koper berisi cairan yang digunakan untuk meyakinkan korban.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami total kerugian dan kemungkinan adanya korban lain.
Baca Juga: Viral Warga Palembang Tertipu Dukun Uang Gaib hingga Rp110 Juta
"(Kerugian) masih dihitung. Apakah ini berlanjut, continue, jalan berapa tahap, ini masih dihitung sama Polres Metro Jakarta Barat," pungkas Andaru.
Sebagai informasi, modus Black Dollar biasanya melibatkan uang kertas yang sengaja dihitamkan. Pelaku mengklaim kertas tersebut akan berubah menjadi uang asli jika disiram cairan kimia tertentu untuk memancing korban memberikan uang asli sebagai modal "pembersihan".
Berita Terkait
-
Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya
-
Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai
-
Terbongkar! Kedok Dukun Pengganda Uang di Apartemen Kalibata, Polisi Sita Dolar Palsu
-
Anak Mantan Presiden Liberia Resmi Gabung Marseille
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat
-
Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!
-
DPR Ingatkan RI Jaga Politik Bebas Aktif di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz
-
Kecelakaan di Jatim Melonjak 78 Persen Saat Lebaran, Kapolda: Seimbang dengan Pergerakan Arus
-
Indonesia Siapkan Draft Element Paper untuk Perbaiki Tata Kelola Royalti Digital Global
-
Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata
-
1.251 Dapur MBG Kena Sanksi, DPR Desak Pengawasan dan Sertifikasi Diperketat
-
Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya
-
Transformasi Pengelolaan Kendaraan Operasional: Dari Beli ke Sewa
-
Karena Ini, Pengacara Eks Wamenaker Noel Tuding KPK Tebang Pilih