News / Internasional
Rabu, 01 April 2026 | 12:12 WIB
Donald Trump dan Benjamin Netanyahu
Baca 10 detik
  • Donald Trump kecewa berat pada Israel karena menyerang pabrik air sipil milik Iran.

  • Presiden AS berencana menarik seluruh pasukan militer dari Iran dalam waktu tiga minggu.

  • Trump mengeklaim misi nuklir selesai dan rezim Iran telah berganti menjadi lebih moderat.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat juga harus membayar mahal keterlibatan mereka dalam konflik terbuka ini.

Laporan resmi Pentagon mencatat setidaknya ada 13 tentara Amerika yang gugur sejak awal pecahnya peperangan.

Dampak dari ketidakstabilan ini langsung terasa pada sektor ekonomi dunia melalui lonjakan harga energi global.

Aktivitas navigasi kapal tanker di Selat Hormuz menjadi sangat terganggu dan memicu kekhawatiran krisis pasokan minyak.

Prancis dan negara-negara lain kini dipaksa untuk mempertimbangkan langkah mandiri guna mengamankan jalur logistik energi mereka.

Di tengah situasi yang masih panas, Presiden Donald Trump justru memberikan pernyataan mengejutkan mengenai masa depan pasukan.

"Yang harus saya lakukan hanya meninggalkan Iran, dan kami akan segera melakukannya," kata Trump kepada wartawan pada Selasa (31/3).

Beliau memproyeksikan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat di tanah Iran akan segera berakhir dalam hitungan hari.

"Kami akan segera pergi," katanya, seraya menambahkan hal itu akan terjadi dalam "mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu."

Baca Juga: Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

Trump merasa tanggung jawab pengamanan jalur maritim internasional bukan lagi menjadi beban utama dari pemerintahannya saat ini.

Eksistensi keamanan di jalur Selat Hormuz diharapkan bisa dikelola secara kolektif oleh negara-negara yang berkepentingan langsung.

"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melalui Selat (Hormuz). Mereka akan mampu membela diri sendiri. Saya pikir itu akan sangat aman, tetapi kami tak ada hubungannya dengan itu," katanya.

Trump menegaskan bahwa misi utamanya untuk menjegal kepemilikan senjata nuklir oleh Iran sudah tuntas dilakukan.

"Mereka tak akan memiliki senjata nuklir. Dan tujuan itu telah tercapai," katanya.

Kekuatan tempur Iran diklaim telah merosot tajam akibat kehancuran infrastruktur pertahanan yang terjadi selama masa konflik.

Load More