- Keluarga Praka Farizal Rhomadhon di Kulon Progo menunggu kepastian jadwal kepulangan jenazah setelah gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
- Proses repatriasi jenazah saat ini terkendala prosedur birokrasi internasional serta penutupan ruang udara akibat konflik bersenjata di Lebanon.
- Pihak TNI terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan kelancaran evakuasi dan penghormatan resmi setibanya jenazah di tanah air.
Suara.com - Pihak keluarga almarhum Praka Farizal Rhomadhon di Kulon Progo masih menanti kepastian jadwal kedatangan jenazah prajurit yang gugur saat bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon tersebut.
Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga dari pihak TNI, terdapat estimasi bahwa jenazah akan tiba di rumah duka pada akhir pekan ini.
"Kalau komandan (dari TNI) itu mengatakan jenazah akan datang hari Jumat. Itu juga perkiraan, hari Jumat," kata Sumijan, pakde almarhum, di rumah duka, Rabu (1/4/2026).
Sumijan mengakui bahwa jadwal tersebut masih bersifat perkiraan dan belum dapat dipastikan.
"Belum ada (kepastian jenazah tiba di Kulon Progo)," imbuhnya.
Disampaikan Sumijan, hal ini mengingat prosedur pemulangan dari wilayah konflik internasional yang memerlukan waktu tidak sebentar. Termasuk juga sangat bergantung pada kondisi keamanan di lapangan.
"Situasi (di sana kendalanya)," lanjutnya.
Keluarga berharap proses birokrasi dan evakuasi di Lebanon dapat berjalan lancar sehingga jenazah dapat segera dipulangkan.
Proses pemulangan ini pun terus dipantau oleh komandan satuan asal almarhum di Aceh yang saat ini sudah berada di Kulon Progo untuk mendampingi keluarga. Koordinasi intensif terus dilakukan antara pihak militer dan keluarga guna memastikan kelancaran penjemputan hingga pemakaman.
Baca Juga: Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Sebelumnya, Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Inf. Dimar Bahtera, menuturkan bahwa jenazah kini sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian perkara (TKP). Saat ini jenazah sudah disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ).
Setelah proses penghormatan internal oleh rekan sejawat di markas besar selesai, jenazah direncanakan akan segera dibawa menuju ibu kota Lebanon untuk menjalani prosedur medis lebih lanjut.
"Nanti direncanakan untuk dievakuasi ke rumah sakit di Beirut kalau tidak salah. Nanti di situ baru dilakukan autopsi standar yang rumah sakit lebih lengkap," kata Dimar saat ditemui di rumah duka, Lendah, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (31/3/2026).
Dimar memaparkan bahwa mekanisme repatriasi melibatkan tahapan birokrasi dan dokumen internasional yang cukup kompleks. Termasuk dalam proses pemulangan ke tanah air.
Hal itu mengingat ruang udara Lebanon saat ini masih ditutup untuk penerbangan sipil akibat konflik.
"Nanti mungkin penerbangannya dari mana, mungkin bisa jadi melalui Mesir ataupun Jordania, karena mungkin situasi di dalam Lebanon sendiri untuk penerbangan sipil kan close," terangnya.
Berita Terkait
-
Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris
-
Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Lebaran Gaya Sultan, Wamenhub Suntana Ungkap Lonjakan Order Jet Pribadi di Tengah Konflik Global
-
Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati Roboh Diterjang Gunungan Sampah, Warga: Takut Ambruk Lagi
-
KPK Periksa Pengusaha Rokok Jatim Martinus Suparman dalam Kasus Suap Bea Cukai
-
Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?
-
ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Dampak Efisiensi Anggaran
-
Harga BBM Amerika Meroket, Rakyat Mulai Ngamuk ke Donald Trump: karena Perang Bodoh!
-
Adopsi Strategi Mao Zedong, Rahasia 'Pertahanan Mosaik' Iran yang Bikin AS-Israel Pusing
-
Drone Iran Hancurkan Pangkalan Pilot Militer AS di Saudi, Hantam 200 Personel
-
KPK Cecar Legal Lippo Cikarang Soal Pembelian Rumah Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara
-
Donald Trump Ngamuk-ngamuk ke Benjamin Netanyahu Usai Israel Serang Iran ke Daerah Ini