News / Nasional
Rabu, 01 April 2026 | 12:41 WIB
Ibunda Praka Farizal Rhomadhon, Supinah dan sang ayah Senam di rumah duka, Ledok, Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (31/3/2026). (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Keluarga Praka Farizal Rhomadhon di Kulon Progo menunggu kepastian jadwal kepulangan jenazah setelah gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
  • Proses repatriasi jenazah saat ini terkendala prosedur birokrasi internasional serta penutupan ruang udara akibat konflik bersenjata di Lebanon.
  • Pihak TNI terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan kelancaran evakuasi dan penghormatan resmi setibanya jenazah di tanah air.

Suara.com - Pihak keluarga almarhum Praka Farizal Rhomadhon di Kulon Progo masih menanti kepastian jadwal kedatangan jenazah prajurit yang gugur saat bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon tersebut.

Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga dari pihak TNI, terdapat estimasi bahwa jenazah akan tiba di rumah duka pada akhir pekan ini.

"Kalau komandan (dari TNI) itu mengatakan jenazah akan datang hari Jumat. Itu juga perkiraan, hari Jumat," kata Sumijan, pakde almarhum, di rumah duka, Rabu (1/4/2026).

Sumijan mengakui bahwa jadwal tersebut masih bersifat perkiraan dan belum dapat dipastikan.

"Belum ada (kepastian jenazah tiba di Kulon Progo)," imbuhnya.

Disampaikan Sumijan, hal ini mengingat prosedur pemulangan dari wilayah konflik internasional yang memerlukan waktu tidak sebentar. Termasuk juga sangat bergantung pada kondisi keamanan di lapangan.

"Situasi (di sana kendalanya)," lanjutnya.

Keluarga berharap proses birokrasi dan evakuasi di Lebanon dapat berjalan lancar sehingga jenazah dapat segera dipulangkan.

Proses pemulangan ini pun terus dipantau oleh komandan satuan asal almarhum di Aceh yang saat ini sudah berada di Kulon Progo untuk mendampingi keluarga. Koordinasi intensif terus dilakukan antara pihak militer dan keluarga guna memastikan kelancaran penjemputan hingga pemakaman.

Baca Juga: Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Sebelumnya, Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Inf. Dimar Bahtera, menuturkan bahwa jenazah kini sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian perkara (TKP). Saat ini jenazah sudah disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ).

Setelah proses penghormatan internal oleh rekan sejawat di markas besar selesai, jenazah direncanakan akan segera dibawa menuju ibu kota Lebanon untuk menjalani prosedur medis lebih lanjut.

"Nanti direncanakan untuk dievakuasi ke rumah sakit di Beirut kalau tidak salah. Nanti di situ baru dilakukan autopsi standar yang rumah sakit lebih lengkap," kata Dimar saat ditemui di rumah duka, Lendah, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (31/3/2026).

Dimar memaparkan bahwa mekanisme repatriasi melibatkan tahapan birokrasi dan dokumen internasional yang cukup kompleks. Termasuk dalam proses pemulangan ke tanah air.

Hal itu mengingat ruang udara Lebanon saat ini masih ditutup untuk penerbangan sipil akibat konflik.

"Nanti mungkin penerbangannya dari mana, mungkin bisa jadi melalui Mesir ataupun Jordania, karena mungkin situasi di dalam Lebanon sendiri untuk penerbangan sipil kan close," terangnya.

Load More