-
Donald Trump menargetkan serangan militer ke Iran berakhir dalam waktu dua hingga tiga minggu.
-
Amerika Serikat tetap menarik pasukan meski tidak ada kesepakatan damai formal dengan pihak Iran.
-
Trump menolak membantu sekutu mengamankan stok minyak karena kurangnya dukungan selama konflik berlangsung.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membawa kabar mengejutkan mengenai durasi operasi militer di Timur Tengah.
Pemimpin negara adidaya tersebut memprediksi ketegangan bersenjata dengan Teheran akan tuntas dalam waktu dekat.
Target waktu yang dicanangkan oleh Trump berkisar antara empat belas hingga dua puluh satu hari ke depan.
Keputusan besar ini disampaikan langsung saat sang presiden berada di Oval Office pada hari Selasa kemarin.
Trump meyakini bahwa konfrontasi fisik ini bakal selesai secepat mungkin tanpa proses birokrasi yang rumit.
AS merasa tidak perlu duduk di meja perundingan formal untuk menyepakati perdamaian dengan pihak pemerintah Teheran.
Fokus utama Washington saat ini hanyalah memastikan kekuatan strategis lawan benar-benar sudah lumpuh total secara sistematis.
Trump menginginkan kondisi di mana lawan tidak memiliki kapasitas lagi untuk memproduksi hulu ledak nuklir berbahaya.
Penghancuran infrastruktur militer dipandang sebagai kunci utama agar ancaman jangka panjang bisa segera dihilangkan sepenuhnya.
Baca Juga: Harga BBM Amerika Meroket, Rakyat Mulai Ngamuk ke Donald Trump: karena Perang Bodoh!
"Kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya rasa mungkin dalam waktu dua atau tiga minggu," kata Trump kepada wartawan.
Ketiadaan kontrak politik atau kesepakatan tertulis bukan menjadi masalah bagi pihak administrasi pemerintahan Donald Trump saat ini.
Keamanan nasional Amerika Serikat menjadi prioritas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sekadar jabat tangan diplomatik.
Ekskalasi ini akan mereda segera setelah penilaian intelijen mengonfirmasi bahwa potensi bahaya nuklir sudah tidak ada lagi.
Trump mengibaratkan penghancuran teknologi lawan sebagai upaya mengembalikan mereka ke masa lalu yang sangat primitif.
Kepastian mengenai hilangnya kemampuan riset atom menjadi syarat mutlak bagi kepulangan prajurit Amerika dari medan perang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Geger Kelompok Society of Saint Pius X Angkat 4 Uskup Tanpa Persetujuan Paus Leo, Siapa Mereka?
-
Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG
-
Usulan Pilkada Lewat DPRD Kandas? Golkar Respons Putusan MK
-
Pesawat Tabrak Menara di Beijing, Pemerintah China Sibuk Sensor Peristiwa Itu
-
Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo
-
Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela
-
Momen Saling Hormat Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan, Gerindra Beri Penjelasan Ini!
-
KPK Gagal Periksa Bos Maktour, Fuad Hasan Masyhur Pilih ke Luar Negeri Saat Kasus Haji Diusut
-
Hakim Beratkan Vonis Nadiem karena Sudah Kaya, Pakar: Standarnya Terlalu Subjektif
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat