- Indonesia mendesak PBB segera menginvestigasi serangan yang menewaskan tiga personel perdamaian Indonesia di Lebanon.
- Wakil Tetap Indonesia di New York menilai serangan tersebut merupakan tindakan sengaja untuk menggagalkan mandat UNIFIL di wilayah konflik.
- Pemerintah menuntut DK PBB mengambil langkah darurat, meninjau protokol keamanan, dan menjamin perlindungan bagi seluruh personel perdamaian.
Suara.com - Indonesia kembali mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menginvestigasi serangan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari berturut-turut.
Desakan tersebut disampaikan dalam rapat darurat Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, Selasa, 31 Maret 2026, waktu setempat.
Dalam forum tersebut, Wakil Tetap Indonesia untuk PBB Umar Hadi menilai serangan beruntun itu bukan sekadar insiden, melainkan tindakan yang disengaja untuk melemahkan dan menggagalkan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi DK PBB 1701 terkait gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.
Atas dasar itu, Indonesia menuntut penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan, serta meminta DK PBB memantau dan menindaklanjuti hasilnya.
"Oleh karenanya, kami meminta investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan. Lebih jelasnya, kami meminta investigasi dari PBB, bukan alasan dari Israel" ujar Umar.
Umar mengatakan bahwa keamanan dan keselamatan personel penjaga perdamaian adalah prioritas Indonesia saat ini.
Oleh karena itu Indonesia meminta DK PBB dan Sekretaris Jenderal segera mengambil langkah darurat guna melindungi personel dan aset UNIFIL.
Hal itu mencakup peninjauan kembali protokol keamanan personel serta pengaktifan rencana kontingensi dan evakuasi sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Menurutnya, kini sudah saatnya DK PBB dan komunitas internasional untuk mengambil langkah tegas dan cepat untuk melindungi penjaga perdamaian.
Baca Juga: Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
"Tuntutan ini kami sampaikan sebagai bentuk penghormatan mendalam bagi para penjaga perdamaian yang telah gugur. Kepada mereka, Indonesia memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengorbanan mulia demi menjaga perdamaian dan keamanan internasional," tutur Umar.
Hingga saat ini, lanjut Umar, Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi dalam perdamaian dan keamanan dunia sesuai amanat konstitusi.
Tetapi, Indonesia tetap meminta DK PBB untuk memberikan tindakan nyata dan memberi kecaman tegas terhadap serangan yang menewaskan personel penjaga perdamaian.
Lebih lanjut, ia meminta semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, untuk segera menghentikan agresi yang membahayakan personel dan properti PBB.
"Hari ini, DK PBB harus menegaskan kewajiban semua pihak untuk memastikan dan menjamin keamanan dan keselamatan para penjaga perdamaian," lanjut Umar.
"Dewan Keamanan harus mengambil langkah tegas untuk mencegah permusuhan di masa depan dan serangan terhadap penjaga perdamaian. Tidak boleh ada lagi serangan," pungkasnya.
Indonesia menyampaikan duka cita dan kehilangan mendalam atas tiga personel Indonesia di bawah UNIFIL yang gugur di tengah aksi saling serang antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.
Pada Minggu (29/3), seorang personel penjaga perdamaian Indonesia, Praka Farizal Rhomadon, gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Sehari kemudian, dua personel Indonesia di bawah UNIFIL, Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, gugur dalam serangan yang terjadi di dekat Bani Hayyan.
Berita Terkait
-
Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel
-
Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total
-
Tentara Israel soal TNI Tewas di Lebanon: Kejadian Begitu Biasa di Area Pertempuran
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Investigasi Menyeluruh: Jangan Terburu-Buru Tarik Pasukan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
Terkini
-
Rumah ASN PUPR dan Anggota DPRD Digeledah, KPK Temukan Bukti Kasus Suap Rejang Lebong
-
Ancaman El Nino Super Paruh Kedua 2026, Guru Besar IPB Ingatkan Potensi Anjloknya Produksi Pangan
-
10 Manfaat Spiritual Membaca Doa Shalat Dhuha Setiap Hari
-
Epson Hidupkan Pengalaman Visual di Live Showcase Naura Ayu lewat Projection Mapping
-
HUT ke-81 RI Makin Meriah dengan Promo Spesial BRI
-
Usut Korupsi Rp35,7 M, KPK Bedah Keuangan KSO Pembangun Gedung Pemkab Lamongan
-
Dukung Suasana Kegiatan Resmi, Pemprov Sulsel Jelaskan Alokasi Anggaran Sewa Tanaman Hidup
-
Semarak Kemerdekaan, Intip Promo Spesial BRI
-
Duka Bintang Persib: Rumah Orang Tua Saddil Ramdani Ludes Terbakar di Muna Barat
-
Rayakan HUT ke-81 RI, BRI Tebar Promo Spesial