News / Nasional
Rabu, 01 April 2026 | 19:41 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
Baca 10 detik
  • DPR RI menyoroti kenaikan harga minyak dunia hingga 115 dolar AS yang melampaui asumsi APBN sebesar 70 dolar AS.
  • Pemerintah Indonesia berhasil menahan harga BBM agar tidak naik demi menjaga stabilitas fiskal dan melindungi masyarakat luas.
  • Pemerintah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat mulai April 2026 mendatang.

Suara.com - DPR RI menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang telah mencapai 110 hingga 115 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN sebesar 70 dolar AS. Di tengah tekanan tersebut, pemerintah dinilai masih mampu menahan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak naik.

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengatakan, kondisi global saat ini berdampak luas dan dirasakan hampir seluruh negara, termasuk Indonesia.

“Situasi global ini bukan hanya menjadi persoalan saat ini di Indonesia, namun tentu ini juga terjadi di hampir seluruh negara. Namun bersyukur dan berterima kasih tentu memberikan apresiasi kepada pemerintah, dikala harga BBM naik signifikan karena Indonesia sendiri dalam asumsi APBN menetapkan 70 USD per barrel,” ujar Herman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi tantangan bagi fiskal negara. Namun pemerintah disebut telah menempuh berbagai langkah agar dampaknya tidak langsung dibebankan ke masyarakat.

“Jadi kalau kemudian sekarang naik di 110 USD per barrel, mungkin sudah menyentuh ke 115, namun tentu dengan berbagai strategi dan cara untuk tetap bisa mempertahankan, mengamankan fiskal, maka BBM tidak naik dan ini sudah diumumkan oleh pemerintah.” katanya.

Herman pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan BBM.

Ia juga menyebut pemerintah tengah mendorong kebijakan penghematan energi, salah satunya melalui penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat mulai April 2026.

“Kita melihat bagaimana negara lain yang sudah menetapkan pilihan-pilihan strategi dalam mengantisipasi terhadap kenaikan BBM, tentu Indonesia juga punya cara, salah satunya adalah work from home. Jadi setiap hari Jumat, mulai April tentu akan diperlakukan kerja di rumah.” ujarnya.

Herman menegaskan DPR akan mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi tekanan krisis energi global.

Baca Juga: Pakai Absensi 'Real Time', ASN DKI Tak Bisa Tipu-tipu WFH Jumat Jadi Long Weekend

Ia optimistis kondisi ini bersifat sementara dan berharap situasi global segera membaik.

"Dalam situasi krisis, dalam situasi yang membutuhkan kebersamaan, DPR dan pemerintah harus kompak.” pungkasnya.

Load More