- DPR RI menyoroti kenaikan harga minyak dunia hingga 115 dolar AS yang melampaui asumsi APBN sebesar 70 dolar AS.
- Pemerintah Indonesia berhasil menahan harga BBM agar tidak naik demi menjaga stabilitas fiskal dan melindungi masyarakat luas.
- Pemerintah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat mulai April 2026 mendatang.
Suara.com - DPR RI menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang telah mencapai 110 hingga 115 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN sebesar 70 dolar AS. Di tengah tekanan tersebut, pemerintah dinilai masih mampu menahan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak naik.
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengatakan, kondisi global saat ini berdampak luas dan dirasakan hampir seluruh negara, termasuk Indonesia.
“Situasi global ini bukan hanya menjadi persoalan saat ini di Indonesia, namun tentu ini juga terjadi di hampir seluruh negara. Namun bersyukur dan berterima kasih tentu memberikan apresiasi kepada pemerintah, dikala harga BBM naik signifikan karena Indonesia sendiri dalam asumsi APBN menetapkan 70 USD per barrel,” ujar Herman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi tantangan bagi fiskal negara. Namun pemerintah disebut telah menempuh berbagai langkah agar dampaknya tidak langsung dibebankan ke masyarakat.
“Jadi kalau kemudian sekarang naik di 110 USD per barrel, mungkin sudah menyentuh ke 115, namun tentu dengan berbagai strategi dan cara untuk tetap bisa mempertahankan, mengamankan fiskal, maka BBM tidak naik dan ini sudah diumumkan oleh pemerintah.” katanya.
Herman pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan BBM.
Ia juga menyebut pemerintah tengah mendorong kebijakan penghematan energi, salah satunya melalui penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat mulai April 2026.
“Kita melihat bagaimana negara lain yang sudah menetapkan pilihan-pilihan strategi dalam mengantisipasi terhadap kenaikan BBM, tentu Indonesia juga punya cara, salah satunya adalah work from home. Jadi setiap hari Jumat, mulai April tentu akan diperlakukan kerja di rumah.” ujarnya.
Herman menegaskan DPR akan mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi tekanan krisis energi global.
Baca Juga: Pakai Absensi 'Real Time', ASN DKI Tak Bisa Tipu-tipu WFH Jumat Jadi Long Weekend
Ia optimistis kondisi ini bersifat sementara dan berharap situasi global segera membaik.
"Dalam situasi krisis, dalam situasi yang membutuhkan kebersamaan, DPR dan pemerintah harus kompak.” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Indonesia-Belarus Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral, Fokus Pangan dan Energi
-
Lagu Bupati Purwakarta Om Zein Diduga Rendahkan Perempuan, Gerindra Ingatkan Kader Jaga Etika
-
Untar Hormati Proses Hukum Gugatan Mahasiswa, Klaim Sudah Upayakan Penyelesaian Kekeluargaan
-
Akhiri Banjir Seatap, Kemanggisan Kini Ditata: Jalan Inspeksi Harus Bebas Bangunan Liar!
-
Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK
-
11 Rusun Baru Akan Dibangun di Jakarta, Termasuk Marunda dan Rorotan
-
'Kenapa Bisa Bikin Lirik Begitu?' DPR Kritik Lagu Bupati Purwakarta Tak Sensitif Perempuan!
-
Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?
-
7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan
-
Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom