- ASN Pemprov DKI menerapkan kebijakan bekerja dari rumah setiap hari Jumat dengan pengawasan absensi mobile secara ketat.
- Kepala OPD memantau lokasi pegawai secara real time melalui aplikasi untuk mencegah penyalahgunaan kebijakan selama jam kerja.
- Gubernur DKI Jakarta melarang ASN bekerja di kafe dan membatasi kuota WFH maksimal 50 persen guna menjaga pelayanan.
Suara.com - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan jaminan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat tidak akan disalahgunakan menjadi libur panjang.
Kepastian ini didasarkan pada ketatnya sistem absensi mobile yang mampu memantau lokasi para pegawai secara real time dan akurat.
Merlinda, salah seorang ASN Pemprov DKI Jakarta, menjelaskan bahwa pengawasan melalui aplikasi tersebut dipantau langsung oleh masing-masing Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Ke track lokasinya di mana, bukan timestamp. Kalau banyak yang bilang pakai fake GPS, absensi mobile ini agak sulit," kata Merlinda di kompleks Balai Kota Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Merlinda pun meminta masyarakat untuk tetap percaya pada profesionalitas para abdi negara meskipun mereka tidak berada di kantor saat hari menjelang akhir pekan.
Ia menegaskan bahwa skema bekerja dari rumah bukan hal baru bagi pegawai Jakarta, karena sebelumnya sudah pernah sukses diterapkan saat masa pandemi Covid-19.
"Kami sebagai ASN pasti mengikuti aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, terutama DKI Jakarta tempat saya bekerja," kata Merlinda.
Di sisi lain, Tasya yang juga merupakan ASN Pemprov DKI, memandang kebijakan WFH ini sebagai langkah strategis untuk melakukan efisiensi energi di tengah krisis global.
Ia turut menepis anggapan miring terkait penyalahgunaan waktu WFH lantaran beban kerja pada hari Jumat justru biasanya sedang berada pada puncaknya.
Baca Juga: WFH ASN Resmi Berlaku, Pemerintah Bidik Penghematan BBM Jumbo
"Jadi kayak di kami, nggak mungkin jadi long weekend. Kami tetep kerja di rumah," klaim Tasya.
Dilarang Kerja dari Kafe
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun sebelumnya telah mengeluarkan larangan keras bagi para pegawainya untuk melakukan pekerjaan dari kafe saat jadwal WFH berlangsung.
Sanksi tegas pun telah disiapkan bagi para aparatur yang kedapatan keluyuran atau bekerja di luar kediaman pribadi selama jam kerja.
Penerapan WFH setiap hari Jumat ini sendiri hanya berlaku bagi maksimal 50 persen ASN di setiap instansi guna menjaga stabilitas pelayanan di lingkungan pemerintahan DKI Jakarta.
Adapun para pejabat tingkat Madya, Pratama, hingga petugas lapangan seperti Satpol PP, Damkar dan tenaga kesehatan tetap diwajibkan untuk bekerja secara luring di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang