News / Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 11:09 WIB
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono berjalan keluar usai pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Ono Surono diperiksa sebagai saksi oleh KPK dalam kapasitasnya selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Periode 2025–2030 terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nym. (ANTARA FOTO/FAH)
Baca 10 detik
  • KPK menggeledah rumah Ono Surono di Bandung pada 1 April 2026 terkait kasus suap proyek di Kabupaten Bekasi.
  • Bupati nonaktif Bekasi, Ade Kuswara Kunang, diduga menerima suap ijon proyek senilai total Rp14,2 miliar dari tersangka Sarjan.
  • Penyidik KPK berencana memanggil Ono Surono untuk mengonfirmasi temuan bukti dari penggeledahan rumahnya dalam proses penyidikan kasus tersebut.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memanggil Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat Ono Surono setelah menggeledah rumah Ono di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (1/4/2026).

Penggeledahan itu berkaitan dengan kasus dugaan suap ijon proyek di Pemkab Bekasi yang menjerat Bupati nonaktif Bekasi Barat Ade Kuswara dan ayahnya, H.M Kunang.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan peluang pemanggilan itu terbuka untuk mengonfirmasi temuan penyidik saat penggeledahan dilakukan.

"Ya, tentunya terbuka kemungkinan untuk kemudian dilakukan pemanggilan kembali, terlebih dilakukan penggeledahan di rumahnya pada hari ini," kata Budi kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Meski begitu, Budi belum memastikan kapan Ono akan dipanggil untuk diperiksa. Dia hanya memastikan setiap permintaan keterangan pasti akan disampaikan ke publik.

"KPK pastikan saksi-saksi yang dipanggil dalam proses penyidikan kami selalu share. Kami buka informasinya sebagai bentuk transparansi dalam proses penegakan hukum," ujar Budi.

Sebelumnya, KPK mengungkapkan adanya dugaan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono (OS) menerima uang dari pihak swasta sekaligus tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek di Pemkab Bekasi, yaitu Sarjan.

Untuk itu, KPK memeriksa Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat itu sebagai saksi dalam kasus dugaan suap ijon proyek di Pemkab Bekasi pada Kamis (15/1/2026).

KPK sebelumnya melakukan penahanan terhadap Bupati Kabupaten Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) dan ayahnya, H.M. Kunang (HMK) sekaligus Kepala Desa Sukadami, serta Sarjan (SRJ) dari pihak swasta.

Baca Juga: Disaksikan Pemiliknya, KPK Geledah Rumah Ono Surono Terkait Skandal Proyek di Pemkab Bekasi

Ketiganya menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (18/12/2025).

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama sejak tanggal 20 Desember 2025 sampai dengan 8 Januari 2026,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12/2025).

Dia menjelaskan bahwa Ade menjalin komunikasi dengan Sarjan setelah terpilih menjadi Bupati Kabupaten bekasi. Sarjan merupakan pihak swasta yang menjadi penyedia paket proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam rentang satu tahun sejak Desember 2024 sampai dengan Desember 2025, Ade diduga rutin meminta ‘ijon’ paket proyek kepada Sarjan melalui perantara Kunang dan pihak lainnya.

“Adapun total ‘ijon’ yang diberikan oleh SRJ kepada ADK bersama-sama HMK mencapai Rp9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara,” ujar Asep.

“Selain aliran dana tersebut, sepanjang tahun 2025, ADK juga diduga mendapatkan penerimaan lainnya, yang berasal dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp4,7 miliar,” tambah dia.

Load More