News / Metropolitan
Kamis, 02 April 2026 | 15:13 WIB
SPBE Cimuning setelah kebakaran. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Kebakaran dan ledakan hebat melanda SPBE di Mustikajaya, Bekasi, pada Rabu malam akibat kebocoran instalasi gas yang masif.
  • Dugaan pemicu ledakan berasal dari percikan api kendaraan yang melintas saat uap gas memenuhi area sekitar lokasi.
  • Insiden tersebut menghanguskan fasilitas pengisian gas serta menyebabkan kerugian harta benda bagi warga di sekitar area kejadian.

Suara.com - Insiden kebakaran hebat disertai ledakan dahsyat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam.

Ningsih, salah satu karyawan, membeberkan kronologi mencekam sebelum si jago merah melalap fasilitas pengisian gas tersebut.

Menurut pengakuannya, tanda-tanda kerusakan pada instalasi gas sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak sore hari sebelum kejadian.

“Kalau saya dengar, kebocoran itu sekitar jam 3 atau jam 4 sore. Sudah dilaporkan dan sempat diperbaiki,” kata Ningsih saat diwawancarai di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Setelah upaya perbaikan oleh teknisi selesai, aktivitas distribusi gas di lokasi tetap dilanjutkan seperti biasa.

“Mungkin dianggap aman, terus kerja lagi, dilanjutin,” beber Ningsih.

Padahal, ritme operasional di SPBE tergolong sangat padat karena harus memenuhi kuota distribusi tabung setiap harinya.

“Sehari bisa tiga kali tangki masuk. Harus terus diisi, nggak boleh kosong,” ungkap Ningsih.

Bahkan, tidak jarang aktivitas bongkar muat gas dari mobil tangki berlangsung hingga malam, tergantung jadwal kedatangan armada.

Baca Juga: KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Rumah Ono Surono Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bekasi

“Kadang selesai bisa malam, jam 6 atau jam 7. Bahkan ada yang masuk lagi sekitar jam 8 malam,” kata Ningsih.

Situasi mulai berubah menjadi huru-hara ketika uap gas tiba-tiba keluar secara masif dan memenuhi seluruh area SPBE sekitar pukul 20.30 WIB.

“Uapnya udah tinggi, keluar semua. Orang-orang langsung panik,” kata Ningsih.

Kondisi semakin genting saat uap gas yang menyerupai kabut tebal mulai merambah ke pemukiman warga dan jalan raya di sekitar lokasi.

“Udah diumumin di musala, jangan ada yang di dalam rumah karena bahaya,” ujar Ningsih.

Ningsih menceritakan bahwa ledakan keras terjadi beberapa saat setelah uap gas memenuhi udara dengan aroma yang sangat menyengat.

Load More