- Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning, Kota Bekasi, pada Rabu malam menyebabkan 17 orang mengalami luka bakar serius.
- Satu dari 17 korban saat ini dalam kondisi kritis akibat luka bakar parah di sekujur tubuhnya.
- Polres Metro Bekasi Kota sedang menyelidiki penyebab kebakaran melalui pemeriksaan saksi serta rencana pemanggilan manajemen perusahaan tersebut.
Suara.com - Insiden kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Kota Bekasi pada Rabu (1/4/2026) malam masih jadi sorotan publik.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, membeberkan informasi terbaru mengenai jumlah korban dalam peristiwa nahas tersebut.
"Kami sampaikan bahwasanya dengan sampai dengan saat ini ada 17 orang yang dilakukan perawatan," ujar Kusumo kepada awak media di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Kondisi para korban dilaporkan sangat memprihatinkan karena mayoritas mengalami luka bakar yang cukup parah di sekujur tubuh.
Bahkan, terdapat satu orang korban yang saat ini tengah berjuang melewati masa kritis akibat dampak kobaran api.
"Sebagian juga memang lukanya luka bakar di atas 50 persen. Ada satu yang kondisinya cukup kritis," beber Kusumo.
Tim penyidik Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota kini tengah bekerja keras untuk mengungkap penyebab pasti di balik musibah memilukan ini.
Aparat kepolisian pun telah melakukan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian saat api berkobar.
"Untuk saksi-saksi, sudah dilakukan pemeriksaan dari yang di sekitaran. Ini tadi dari forensik juga sudah datang," jelas Kusumo.
Baca Juga: Dianggap Serba Bisa, Viral Damkar Tuban Diminta Siram Ladang Jagung
Fokus penyelidikan saat ini mengarah pada potensi adanya kebocoran gas maupun unsur kelalaian kerja dari para pegawai di lapangan.
"Ya, itu masih dalam proses penyelidikan," tegas Kusumo saat dikonfirmasi mengenai dugaan kelalaian.
Selain memeriksa saksi mata, polisi juga berencana memanggil jajaran manajemen perusahaan SPBE terkait untuk dimintai pertanggungjawaban.
"Tentunya nanti akan dimintai keterangan," pungkas Kusumo menutup penjelasannya.
Berita Terkait
-
Lokasi SPBE Cimuning Dekat Pemukiman Warga Jadi Sorotan, Wawako Bekasi: Ini Pelajaran Mahal
-
Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi
-
Dianggap Serba Bisa, Viral Damkar Tuban Diminta Siram Ladang Jagung
-
WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
KPK Bantah Minta CCTV Rumah Ono Surono Dimatikan Saat Penggeledahan
-
Rismon Bandingkan Diri dengan Einstein: 'Ilmuwan Saja Bisa Revisi, Kenapa Saya Dicap Pembelot?'
-
BMKG Catat 93 Aktivitas Gempa Susulan di Sulut-Malut, Skala M 2,8 hingga 5,8
-
Kasus Pelecehan Syekh AM: Komisi III DPR Gelar Rapat Tertutup, Khawatir Pelaku Kabur ke Mesir
-
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Kepala BNPB Langsung Terbang ke Sulawesi Utara Siang Ini
-
BRIN Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Bersihkan Air dari Logam Berat
-
Jadi Kurir Sabu 1 Kg di Pasar Senen, Pria di Jakpus Terancam Penjara Usai Diupah Rp20 Juta
-
Presiden Iran Sebut Amerika Serikat Ciptakan Musuh Palsu Demi Kendali Pasar Strategis Global
-
Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki
-
Bima Arya Ingatkan Praja Pratama IPDN Jaga Konsistensi Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang