News / Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 14:12 WIB
Dua pemuda menjadi korban kebakaran SPBE di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, setelah motor yang mereka tumpangi tiba-tiba mogok di lokasi kejadian. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning, Kota Bekasi, pada Rabu malam menyebabkan 17 orang mengalami luka bakar serius.
  • Satu dari 17 korban saat ini dalam kondisi kritis akibat luka bakar parah di sekujur tubuhnya.
  • Polres Metro Bekasi Kota sedang menyelidiki penyebab kebakaran melalui pemeriksaan saksi serta rencana pemanggilan manajemen perusahaan tersebut.

Suara.com - Insiden kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Kota Bekasi pada Rabu (1/4/2026) malam masih jadi sorotan publik.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, membeberkan informasi terbaru mengenai jumlah korban dalam peristiwa nahas tersebut.

"Kami sampaikan bahwasanya dengan sampai dengan saat ini ada 17 orang yang dilakukan perawatan," ujar Kusumo kepada awak media di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Kondisi para korban dilaporkan sangat memprihatinkan karena mayoritas mengalami luka bakar yang cukup parah di sekujur tubuh.

Bahkan, terdapat satu orang korban yang saat ini tengah berjuang melewati masa kritis akibat dampak kobaran api.

"Sebagian juga memang lukanya luka bakar di atas 50 persen. Ada satu yang kondisinya cukup kritis," beber Kusumo.

Petugas berusaha memadamkan api yang membakar rumah warga akibat kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/rwa]

Tim penyidik Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota kini tengah bekerja keras untuk mengungkap penyebab pasti di balik musibah memilukan ini.

Aparat kepolisian pun telah melakukan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian saat api berkobar.

"Untuk saksi-saksi, sudah dilakukan pemeriksaan dari yang di sekitaran. Ini tadi dari forensik juga sudah datang," jelas Kusumo.

Baca Juga: Dianggap Serba Bisa, Viral Damkar Tuban Diminta Siram Ladang Jagung

Fokus penyelidikan saat ini mengarah pada potensi adanya kebocoran gas maupun unsur kelalaian kerja dari para pegawai di lapangan.

"Ya, itu masih dalam proses penyelidikan," tegas Kusumo saat dikonfirmasi mengenai dugaan kelalaian.

Selain memeriksa saksi mata, polisi juga berencana memanggil jajaran manajemen perusahaan SPBE terkait untuk dimintai pertanggungjawaban.

"Tentunya nanti akan dimintai keterangan," pungkas Kusumo menutup penjelasannya.

Load More