News / Metropolitan
Kamis, 02 April 2026 | 16:06 WIB
Sejumlah petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi melakukan pendinginan area permukiman yang terdampak kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026). [ANTARA FOTO/Paramayuda/rwa]
Baca 10 detik
  • Kebakaran hebat disertai ledakan terjadi di SPBE Cimuning, Kota Bekasi, pada Rabu malam, 1 April 2026.
  • Peristiwa tersebut mengakibatkan 13 orang mengalami luka bakar serta merusak sejumlah bangunan rumah dan toko warga.
  • Polisi dan tim Labfor sedang menyelidiki penyebab ledakan yang diduga bermula dari kebocoran gas di lokasi kejadian.

Suara.com - Penyebab kebakaran hebat yang disertai ledakan di SPBE Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, masih menjadi misteri. Polisi kini mendalami sumber api dengan melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor).

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) pukul 21.15 WIB itu menimbulkan korban luka dan kerusakan di kawasan sekitar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, api bermula dari area SPBE dan kemudian merembet ke lingkungan warga.

“Pada Rabu, 1 April 2026 pukul 21.15 WIB, terjadi kebakaran di SPBE PT Indogas Andalan Kita, Jl. Raya Cinyosok, Kel. Cimuning, Kec. Mustikajaya, Kota Bekasi yang merembet ke area sekitar,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Akibat insiden tersebut, sebanyak 13 orang mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Selain itu, kebakaran juga berdampak pada bangunan warga, meliputi rumah, kontrakan, toko, warung, dan gudang rongsok, dengan sejumlah bangunan mengalami kerusakan sedang hingga rusak parah.

Meski dampak kebakaran sudah jelas, penyebab pasti ledakan dan semburan api belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Penyebab kebakaran yang disertai ledakan dan semburan api tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polres Metro Bekasi dengan melibatkan Labfor untuk menemukan penyebab kejadian,” jelas Budi.

SPBE Cimuning setelah kebakaran. (Suara.com/Adiyoga)

Kebocoran Gas hingga Dugaan Percikan Motor

Baca Juga: Tak Bisa Hadir Jadi Saksi Kasus Ijazah Jokowi, Aiman Witjaksono Utus Tim Legal Temui Penyidik Polda

Di tengah penyelidikan, kesaksian dari lokasi mengungkap rangkaian peristiwa sebelum ledakan terjadi. Salah satu karyawan SPBE, Ningsih, menyebut kebocoran gas sebenarnya sudah terdeteksi sejak sore hari.

“Kalau saya dengar, kebocoran itu sekitar jam 3 atau jam 4 sore. Sudah dilaporkan dan sempat diperbaiki,” ungkap Ningsih kepada wartawan di lokasi.

Meski sempat diperbaiki, aktivitas pengisian gas tetap berjalan seperti biasa karena tingginya kebutuhan distribusi.

“Mungkin dianggap aman, terus kerja lagi, dilanjutin,” bebernya.

Ia menjelaskan, operasional SPBE berlangsung padat, bahkan hingga malam hari.

Situasi lalu berubah drastis sekitar pukul 20.30 WIB ketika uap gas tiba-tiba keluar dalam jumlah besar dan menyelimuti area. Uap gas itu bahkan menyebar hingga ke permukiman warga, memicu peringatan darurat.

Load More