News / Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 16:19 WIB
Orang tua korban salah tembak di Gresik, Jawa Timur Darrel Fausta Hamdani, Dewi Muniarti (tengah) di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026). [Suara.com/Dea]
Baca 10 detik
  • Dewi Muniarti melayangkan somasi setelah pihak TNI gagal memberikan pertanggungjawaban yang jelas atas insiden salah tembak di Gresik.
  • Peluru nyasar dari latihan Marinir di Surabaya melukai dua siswa di SMPN 33 Gresik pada 17 Desember 2025.
  • Pihak keluarga resmi melaporkan kasus tersebut kepada Pomal Koarmada V Surabaya pada 5 Februari 2026 setelah mediasi gagal.

Suara.com - Orang tua korban salah tembak di Gresik, Jawa Timur, Darrel Fausta Hamdani, Dewi Muniarti, mengaku melayangkan somasi setelah dua kali gagal mediasi.

Awalnya, Dewi menjelaskan pihak TNI yang melakukan latihan tembak tidak menunjukkan tanggung jawab secara konsisten terhadap konsekuensi yang diakibatkan oleh peristiwa peluru nyasar yang mengenai tangan kiri anaknya.

“Nah, setelah itu, anak saya 4 hari dirawat di rumah sakit, pulang. Kami baru melakukan mediasi,” kata Dewi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026).

Saat itu, Dewi mengaku mempertanyakan pertanggungjawaban yang bisa diberikan pihak TNI atas kecelakaan yang dialami anaknya. Terlebih, Dewi menjelaskan peristiwa salah tembak ini bukan pertama kalinya terjadi dari lapangan tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya.

“Nah, pada saat mediasi pertama, saya sampaikan itu untuk evaluasi lapangan tembak, keamanannya. Yang kedua adalah, ketika ada korban, apa tanggung jawab dari kesatuan? Yang ketiga, karena bagaimanapun anak saya ini cacat, yang itu ditanggung seumur hidup, maka kompensasi apa yang akan diberikan kepada pihak kesatuan, kepada anak kami?” tutur Dewi.

Dia menjelaskan bahwa mediasi kedua juga berlangsung alot. Akhirnya, ia menyebut pihak Marinir mengaku tidak memiliki dana.

“Jadi, ketika menyampaikan tidak punya uang, maka komunikasi ini saya tingkatkan lagi dengan somasi,” tegas Dewi.

Setelah itu, Dewi mengaku membuat laporan resmi terkait masalah ini kepada Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Koarmada) V Surabaya pada 5 Februari 2026.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di musala sekolah SMPN 33 Gresik saat ada kegiatan sosialisasi sekolah lanjutan dari SMKN Krian Sidoarjo pada 17 Desember 2025.

Baca Juga: Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Terdapat dua korban dari peristiwa tersebut. Selain Darrel, korban lainnya mengalami luka tembak di bagian punggung. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khadijah.

Load More