- Juru bicara Mao Ning menuding operasi militer ilegal Amerika Serikat dan Israel sebagai penyebab kekacauan di Selat Hormuz.
- Konflik sejak 28 Februari tersebut menyebabkan kematian 1.340 orang, termasuk pemimpin Iran dan 13 personel militer Amerika Serikat.
- Pemerintah China mendesak deeskalasi segera guna menjamin stabilitas jalur pelayaran global yang vital bagi kepentingan energi negara mereka.
Suara.com - Pemerintah China secara terbuka menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai akar penyebab dari kekacauan yang terjadi di Selat Hormuz.
Beijing mendesak adanya deeskalasi segera demi melindungi jalur pelayaran global yang vital tersebut.
Pernyataan keras ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning sebagai respons atas komentar dari Presiden AS Donald Trump.
“Akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah operasi militer ilegal AS-Israel terhadap Iran,” kata Mao Ning dikutip dari TRT World.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa AS hampir tidak lagi mengimpor minyak melalui selat tersebut dan menyerukan agar negara-negara lain yang bergantung pada jalur itu untuk menjaganya sendiri.
“Dan negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut. Mereka harus menghargainya. Mereka harus memanfaatkannya dan menjaganya,” kata Trump.
China sebagai salah satu importir energi terbesar dari Timur Tengah, memiliki kepentingan langsung dalam stabilitas kawasan tersebut.
Mao Ning mengonfirmasi bahwa tiga kapal mereka baru-baru ini telah berhasil melewati Selat Hormuz yang secara efektif berada di bawah kendali Iran sejak serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari.
Konflik yang telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei dan lebih dari 1.340 orang lainnya, telah memicu serangan balasan dari Teheran.
Baca Juga: Iran Hancurkan Infrastuktur Cloud AWS di Bahrain! Google, Microsoft dan Apple Target Selanjutnya
Iran menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan guncangan hebat pada pasar global.
Sedikitnya 13 personel militer AS juga dilaporkan tewas dalam konflik ini.
Saat ini, Iran mempertahankan kontrol efektif atas selat tersebut dan dilaporkan hanya mengizinkan kapal-kapal dari negara yang mereka anggap sahabat untuk melintas, sebuah kebijakan yang secara langsung menggarisbawahi dampak dari intervensi militer yang dikecam oleh China.
Berita Terkait
-
Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini
-
Serangan Udara Beruntun Guncang Selat Hormuz, Fasilitas Vital Iran Hancur
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Bakal Gempur Iran hingga 3 Pekan ke Depan, Trump: Kami Akan Membawa Mereka Kembali ke Zaman Batu
-
Iran Balas Dendam dengan Targetkan Helikopter AS di Kuwait dan Sistem Radar Canggih Milik Israel
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Jalan Merdeka Utara Jadi Lautan Merah, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT ke-81 RI
-
Samsung Galaxy S26 FE Segera Hadir, Bawa Exynos 2500 dan Baterai 4.900 mAh
-
Katanya Sudah Merdeka, Tapi Kenapa Ibu Rumah Tangga Sulit Berinvestasi?
-
5 Shade Cushion untuk Kulit Olive Undertone Indonesia agar Tidak Kelihatan Abu-abu
-
Dari Yogyakarta, Solo hingga Thailand Nova Arianto Buru Komposisi Terbaik Timnas Indonesia U-20
-
Dolar AS Keok di HUT RI, Rupiah Tembus Level Rp17.796 Pagi Ini
-
Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka
-
Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia
-
Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free
-
Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI